Rofii'atul Fitriyyah, S.Ag, M.Pd, Ketua Perlindungan Anak DPP KNPI Soroti Darurat Judol Anak: “80 Ribu Anak di Bawah 10 Tahun Sudah Terpapar”
Jakarta, Wartapembaruan.co.id — Fenomena judi daring atau judi online (judol) di Indonesia kian mengkhawatirkan. Data yang diungkap Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyebut hampir 200 ribu anak di Indonesia telah terpapar judol, dan sekitar 80 ribu di antaranya bahkan masih berusia di bawah 10 tahun.
Angka tersebut dinilai sebagai alarm serius bagi masa depan generasi muda Indonesia.
Menanggapi kondisi itu, Ketua Perlindungan Anak DPP KNPI, Rofii’atul Fitriyyah, S.Ag., M.Pd., menyatakan dukungannya terhadap langkah tegas Kementerian Komunikasi dan Digital dalam memberantas situs serta konten judi online yang dinilai merusak mental dan masa depan anak-anak maupun perempuan.
“Langkah Komdigi melakukan penutupan akses dan take down situs-situs judi online merupakan tindakan yang sangat penting dan harus terus diperkuat. Judol sudah menjadi ancaman nyata bagi perempuan, anak, dan masyarakat luas,” tegas Rofii’atul.
Ia menilai, maraknya akses judi online tidak hanya berdampak pada kerugian finansial, tetapi juga memicu kerusakan psikologis, kecanduan, hingga potensi tindak kriminal di lingkungan keluarga.
“Yang paling mengkhawatirkan, anak-anak usia di bawah 10 tahun sudah mulai terpapar. Ini menunjukkan pengawasan digital di lingkungan keluarga harus diperketat,” ujarnya.
Rofii’atul juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam menjaga anak dari paparan konten negatif di ruang digital. Menurutnya, pengawasan penggunaan gadget dan edukasi literasi digital harus menjadi prioritas di setiap rumah tangga.
“Ibu dan ayah memiliki peran utama untuk terus mengingatkan dan mengawasi anak-anak agar tidak terjerumus dalam judi online. Jangan sampai generasi muda kita rusak karena lemahnya pengawasan dan mudahnya akses terhadap konten judol,” katanya.
Ia pun meminta seluruh elemen masyarakat, pemerintah, lembaga pendidikan, hingga platform digital untuk bersinergi memerangi judi online yang kini dinilai telah masuk ke semua lapisan usia.
“Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama demi menyelamatkan masa depan anak-anak Indonesia,” tutupnya.
