Klarifikasi PT SAI: Insiden di Rokan Hulu Bukan Penganiayaan, Melainkan Benturan Fisik Saat Penangkapan Pencuri


ROKAN HULU, Wartapembaruan.co.id
– Pihak manajemen dan tim keamanan PT Sawit Asahan Indah (PT SAI) memberikan klarifikasi resmi terkait tuduhan penganiayaan terhadap seorang terduga pelaku pencurian Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit berinisial SAR (sebelumnya disebut SR).

Pihak perusahaan menegaskan bahwa isu yang menyebut korban dipukul dan ditendang hingga pingsan adalah tidak benar. Insiden yang terjadi murni merupakan benturan fisik akibat upaya tersangka melepaskan diri saat hendak diamankan.

Kronologi Penangkapan dan Upaya Melarikan Diri

Peristiwa ini bermula pada Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Tim keamanan PT SAI mendapat laporan dari masyarakat perbatasan mengenai adanya aksi pencurian TBS sawit di area Afd Juliet. Menindaklanjuti laporan tersebut, tiga personel sekuriti langsung bergerak ke lokasi.

Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), petugas menemukan empat orang yang sedang memanen sawit secara ilegal. Saat akan ditangkap, keempat pelaku langsung kocar-kacir melarikan diri.

Salah satu pelaku, SAR, terjungkal dan jatuh tertelungkup saat mencoba kabur. Ketika SAR mencoba bangkit untuk kembali berlari, petugas yang mengejar melakukan tindakan tegas terukur dengan menabrakkan badan untuk menghentikan pelarian tersebut.

"Itu adalah benturan fisik dalam proses penangkapan, bukan kesengajaan memukul. Pelaku juga terus meronta dan berusaha melepaskan diri," ujar salah satu personel keamanan yang bertugas.

Hasil Pemeriksaan Medis Negatif Luka Dalam

CDO PT SAI, Ilka Iskandar, menjelaskan bahwa setelah berhasil diamankan, SAR mengeluhkan rasa sakit di bagian dada. Pihak perusahaan langsung menerapkan standar operasional prosedur (SOP) keselamatan secara ketat.

"Kami segera membawanya ke Polibun SAI untuk menjalani pemeriksaan medis awal guna memastikan kondisi kesehatannya," jelas Ilka pada Rabu (3/6/2026).

Hasil pemeriksaan awal di Polibun menunjukkan tanda-tanda vital dalam kondisi normal. Namun, demi memastikan keamanan pasien secara menyeluruh, PT SAI merujuk SAR ke Rumah Sakit Awal Bros Ujung Batu untuk menjalani pemeriksaan lanjutan berupa Rontgen dan CT Scan.

Berdasarkan fakta medis dari pihak rumah sakit, dokter menyatakan kondisi SAR aman. Tidak ditemukan adanya luka dalam maupun pendarahan, melainkan hanya indikasi benturan fisik biasa. Seluruh biaya pemeriksaan dan pengobatan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh pihak perusahaan.

Koordinasi dengan Polsek Tambah Samo 

Setelah pemeriksaan medis selesai, pihak keluarga sempat meminta agar SAR langsung dibawa pulang. Pihak perusahaan awalnya menolak demi menghindari risiko hukum jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di luar pengawasan medis.

Namun, setelah berkoordinasi dan mendapat arahan langsung dari Kapolsek Rambah Samo, AKP Sariose, S.H., terduga pelaku akhirnya diizinkan pulang ke rumah. Petugas memastikan proses hukum tetap berjalan karena seluruh barang bukti dan saksi-saksi telah diamankan.

Barang Bukti 1 Ton Sawit Disita

Dalam operasi tangkap tangan tersebut, tim keamanan PT SAI berhasil mengamankan barang bukti berupa 20 tandan TBS sawit dengan total berat mencapai lebih dari 1 ton. Sementara itu, tiga pelaku lain yang berhasil lolos saat ini identitasnya telah dikantongi dan sedang dalam proses pengejaran oleh pihak berwajib.

"Intinya, ini bukan penganiayaan melainkan proses penangkapan yang wajar dan terukur. Kami justru menyelamatkan dan mengobati yang bersangkutan untuk memastikan kejelasan medisnya. Jika ada klaim dipukul, fakta dari scan dokter dan saksi mata di lapangan membuktikan sebaliknya," pungkas perwakilan tim keamanan.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Klarifikasi PT SAI: Insiden di Rokan Hulu Bukan Penganiayaan, Melainkan Benturan Fisik Saat Penangkapan Pencuri
  • Klarifikasi PT SAI: Insiden di Rokan Hulu Bukan Penganiayaan, Melainkan Benturan Fisik Saat Penangkapan Pencuri
  • Klarifikasi PT SAI: Insiden di Rokan Hulu Bukan Penganiayaan, Melainkan Benturan Fisik Saat Penangkapan Pencuri
  • Klarifikasi PT SAI: Insiden di Rokan Hulu Bukan Penganiayaan, Melainkan Benturan Fisik Saat Penangkapan Pencuri
  • Klarifikasi PT SAI: Insiden di Rokan Hulu Bukan Penganiayaan, Melainkan Benturan Fisik Saat Penangkapan Pencuri
  • Klarifikasi PT SAI: Insiden di Rokan Hulu Bukan Penganiayaan, Melainkan Benturan Fisik Saat Penangkapan Pencuri