Perhutani KPH Bandung Utara Dukung Sinergi Penanganan Lahan Kritis DAS Citarum
BANDUNG UTARA, Wartapembaruan.co.id - Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bandung Utara menghadiri kegiatan Sosialisasi Penanganan Lahan Kritis yang diselenggarakan oleh Satuan Tugas (Satgas) Citarum Harum di Aula Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, dalam keterangan yang diterima pada Selasa (2/6/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi lintas sektor dalam penanganan lahan kritis di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum. Sosialisasi tersebut membahas mekanisme koordinasi antarinstansi, penyusunan dan penyelarasan Standar Operasional Prosedur (SOP), serta penegasan tindak lanjut teknis di lapangan guna mendukung efektivitas pengawasan dan penanganan lahan kritis.
Mewakili Administratur KPH Bandung Utara, Wakil Administratur KPH Bandung Utara, Diky Rizky Teruna, menyampaikan bahwa Perhutani mendukung penuh pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai langkah strategis dalam memperkuat pengelolaan kawasan hutan, khususnya dalam upaya rehabilitasi dan penanganan lahan kritis di wilayah DAS Citarum.
“Melalui sosialisasi ini diharapkan terbangun kesamaan persepsi serta langkah terpadu antar pemangku kepentingan, sehingga penanganan lahan kritis dapat dilaksanakan secara lebih efektif, terarah, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Komandan Sektor 8 Citarum Harum Kolonel Inf. Masrief, Wakil Administratur KPH Bandung Utara Diky Rizky Teruna, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Kepala Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Barat dan Banten yang diwakili Kepala Seksi Utama Perawatan Yadi Supriadi, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Kepala Dinas Perkebunan, Sekretaris Satgas Citarum Harum, Camat Lembang, Kapolsek Lembang, Danramil 0912/Lembang, Kepala Desa Cibogo, Kepala Desa Cikahuripan, tokoh masyarakat, serta para undangan lainnya.
Dalam arahannya, Komandan Sektor 8 Citarum Harum, Kolonel Inf. Masrief, menegaskan bahwa penanganan lahan kritis di wilayah DAS Citarum memerlukan koordinasi terpadu antarinstansi guna menjamin efektivitas pengawasan dan pelaksanaan kegiatan di lapangan. Sinergi tersebut melibatkan TNI, Polri, Perhutani, pemerintah daerah, dinas teknis, serta berbagai pihak terkait dalam satu forum koordinasi yang terintegrasi.
Menurutnya, upaya tersebut juga didukung oleh sistem komunikasi dan pelaporan yang terkoordinasi sehingga dapat mempercepat pertukaran informasi, memperkuat pengawasan, dan mendukung pengambilan keputusan secara tepat dan cepat.
“Dengan koordinasi yang solid dan komitmen bersama dari seluruh pihak, diharapkan upaya penanganan lahan kritis di wilayah DAS Citarum dapat berjalan optimal serta memberikan manfaat nyata bagi kelestarian lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam,” tegasnya.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan kolaborasi antar pemangku kepentingan semakin kuat sehingga pelaksanaan penanganan lahan kritis dapat berjalan lebih efektif, sekaligus mendukung upaya pelestarian kawasan hutan dan pemulihan ekosistem di wilayah DAS Citarum secara berkelanjutan.(*)
