Peringati Hari Lingkungan Hidup, Kolektif Korleko Melawan Gelar Tanam Protes di Lokasi Tambang Galian C
Lombok Timur - NTB, Wartapembaruan.co.id - Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Kolektif Korleko Melawan bersama Semeton Korleko Besopok (SKB), Ikatan Mahasiswa Korleko Mataram, Oasistala, dan gabungan komunitas multi sektoral menggelar "MENANAM MELAWAN" jilid II pada Minggu, 7 Juni 2026. Puluhan pohon Beringin dan Awar-Awar ditanam di aliran Kali Rumpang, Desa Korleko, yang mengalami erosi parah akibat aktivitas tambang galian C. Penanaman ini menjadi bentuk protes atas izin tambang di Korleko sekaligus upaya mitigasi limbah galian C yang merusak DAS.
Akar Perlawanan Tumbuh di Kali Rumpang: Korleko Balas Tambang dengan Pohon
Erosi menggerus Kali Rumpang, limbah galian C mencemari air. Minggu pagi pukul 10.00 WITA, komunitas Korleko menjawab dengan sekop dan bibit. "MENANAM MELAWAN" jilid II digerakkan SKB, mahasiswa, pecinta alam, dan kolektif multi sektoral. Beringin dan Awar-Awar ditanam di tanah yang luka, sebagai penolakan terhadap tambang yang dibiarkan negara.
Kegiatan ini merupakan lanjutan dari aksi jilid I. Pemilihan Beringin dan Awar-Awar bukan tanpa alasan. Beringin punya akar kuat penahan erosi tebing sungai, sementara Awar-Awar cepat tumbuh dan mampu menyerap polutan di tanah.
Aksi ditutup dengan pembacaan pernyataan sikap Kolektif Korleko Melawan di dua titik: lokasi penanaman dan lahan warga Korleko Selatan yang berbatasan langsung dengan areal tambang. Mereka mendesak pemerintah daerah mencabut izin galian C dan memulihkan Kali Rumpang.
(den)

