RW 03 Kelurahan Setu Raih Penghargaan RW Terbaik Berkat Inovasi Kampung Biopori
Jakarta Timur, Wartapembaruan.co.id – RW 03 Kelurahan Setu meraih penghargaan sebagai RW Terbaik dalam aksi pemilahan sampah melalui inovasi “Kampung Biopori” dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Penghargaan tersebut diterima langsung Ketua RW 03 Kelurahan Setu, Maah Setiawan, dari Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta pada 22 Juni 2026 lalu.
Prestasi tersebut menjadi wujud nyata respons cepat masyarakat terhadap Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Pemilahan Sampah. Kebijakan itu juga diperkuat arahan Walikota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, yang mengimbau seluruh wilayah agar menggalakkan pemilahan sampah dari sumbernya.
Hal tersebut disampaikan Lurah Setu, Dwi Widiastuti, kepada Sudin Kominfotik Jakarta Timur, Kamis (25/6/2026). Menurutnya, keberhasilan inovasi Kampung Biopori didukung pemanfaatan lahan kosong di wilayah RW 03 yang diubah menjadi area pembuatan lubang biopori berukuran jumbo untuk menampung sekaligus mengolah sampah organik warga.
“Lahan kosong kami manfaatkan untuk membuat lubang biopori jumbo yang menampung sampah organik dari warga sekitar. Di wilayah RW 03 terdapat 13 RT dan seluruhnya sudah dibuatkan lubang biopori dengan bantuan Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Setu. Ada 20 petugas yang membantu pengerjaan lubang biopori jumbo. Kami berharap keberadaan lubang tersebut dapat mengurangi sampah sejak dari sumbernya,” ujar Dwi.
Ia menjelaskan, kolaborasi antara pengurus RW, RT, PKK, Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), tokoh masyarakat, dan petugas PPSU menjadi faktor utama keberhasilan RW 03 meraih predikat terbaik tingkat DKI Jakarta.
Saat ini, Pemerintah Kelurahan Setu menargetkan setiap RT di wilayah RW 03 memiliki minimal tiga lubang biopori jumbo.
Sementara itu, Ketua RW 03 Kelurahan Setu, Maah Setiawan, menjelaskan lubang biopori jumbo yang dibuat memiliki ukuran 1 x 2 meter. Lubang tersebut dirancang khusus untuk menampung berbagai jenis sampah organik, seperti sisa makanan, buah-buahan, dan sayuran.
Menurutnya, hasil pengolahan sampah organik tersebut nantinya akan diolah menjadi kompos yang dapat dimanfaatkan kembali oleh warga untuk mendukung kegiatan pertanian perkotaan (urban farming) di tingkat RW maupun kelurahan.
“Saya menargetkan setiap RT memiliki tiga lubang biopori di wilayah RW 03. Saya yakin langkah yang kami lakukan dapat membantu sekaligus mengedukasi warga untuk membiasakan pemilahan sampah rumah tangga, sehingga jumlah sampah yang harus diangkut petugas dapat berkurang,” kata Maah.
Selain pengelolaan sampah organik, RW 03 juga memiliki Bank Sampah Samudra yang saat ini telah memiliki sekitar 100 nasabah. Setiap bulan bank sampah tersebut rata-rata menghasilkan 600 kilogram sampah anorganik berupa kardus, botol plastik, dan berbagai jenis sampah daur ulang lainnya.Alternatif judul:
1. Inovasi Kampung Biopori Antar RW 03 Setu Raih Predikat Terbaik Tingkat DKI
2. RW 03 Setu Sabet Penghargaan RW Terbaik Berkat Program Pemilahan Sampah
3. Kampung Biopori RW 03 Setu Sukses Kurangi Sampah dari Sumbernya
