Sinergi Nyata PGIW Sulselra: Sentuh Rohani Polri hingga Kawal Perlindungan Anak di Makassar
MAKASSAR, Wartapembaruan.co.id – Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Wilayah Sulawesi Selatan dan Tenggara (PGIW Sulselra) kembali membuktikan kepeduliannya di tengah masyarakat. Melalui kemitraan strategis lintas sektor, lembaga ini terus bergerak aktif menghadirkan pelayanan yang berdampak dan relevan dengan tantangan zaman.
Dalam agenda padat yang berlangsung pada Kamis (25/6/2026) hari ini, Ketua Umum PGIW Sulselra, Pdt. Yohanis Metris, hadir langsung memberikan pembinaan spiritual khusus bagi Oikumene Polri. Kegiatan rohani ini digelar secara spesial sebagai bagian dari rangkaian refleksi menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Bhayangkara.
Suasana khidmat menyelimuti jalannya acara, yang sekaligus menjadi simbol dukungan moril dan doa dari pihak gereja atas dedikasi tanpa lelah personel Polri dalam menjaga kondusivitas, keamanan, serta mengayomi masyarakat luas.
Dalam pesan rohaninya, Ketua Umum PGIW Sulselra menekankan bahwa iman yang kokoh, integritas tinggi, dan ketulusan mengabdi adalah pilar utama bagi setiap insan kepolisian. Melalui penguatan mental spiritual ini, Korps Bhayangkara diharapkan dapat terus bertransformasi menjadi aparat yang berkarakter kuat, humanis, dan selalu berorientasi pada kemaslahatan publik.
Di saat yang bersamaan, langkah nyata juga ditunjukkan oleh Ketua Biro Anak PGIW Sulselra, Pdt. Anita. Ia hadir memenuhi undangan Pertemuan Kerja Sama Lintas Sektor untuk Perlindungan Anak yang diinisiasi oleh Pemerintah Kota Makassar. Forum strategis besutan Wali Kota Makassar ini mengumpulkan berbagai elemen penting demi merumuskan formula terbaik dalam mencegah serta mengatasi kasus kekerasan pada anak.
Keikutsertaan PGIW Sulselra dalam forum tersebut menjadi bukti autentik bahwa gereja berdiri di garda depan dalam mengawal ruang tumbuh yang aman, inklusif, dan ramah anak. Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu melahirkan solusi konkret guna membentengi generasi muda dari berbagai ancaman yang merusak masa depan mereka.
Kepada awak media, Pdt. Yohanis Metris menjelaskan bahwa dua agenda besar yang berjalan simultan ini adalah bukti sahih dari manifestasi visi PGIW Sulselra. Gereja berkomitmen untuk terus merajut harmoni dengan seluruh elemen bangsa, baik dalam aspek penguatan mental-spiritual maupun dalam aksi nyata melindungi masa depan generasi penerus.
"Eksistensi gereja tidak boleh terbatas di dalam dinding rumah ibadah saja. Kita harus melebur di tengah-tengah masyarakat, merajut kolaborasi nyata demi tegaknya keadilan, kedamaian, serta kesejahteraan kita bersama," pungkasnya optimis. (*)

