Wali Kota Munjirin Buka Lomba Ketapel ASN Jakarta Timur untuk Meriahkan HUT ke-499 Jakarta
Jakarta Timur, Wartapembaruan.co.id – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur mengawali rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta dengan menggelar Kompetisi Ketapel bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di halaman Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Sabtu (6/6/2026).
Kegiatan yang diprakarsai Forum Silaturahmi Pecinta Ketapel (Forspek) tersebut secara resmi dibuka oleh Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin. Kompetisi ini menjadi ajang pertama yang digelar khusus bagi ASN di lingkungan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur.
Dalam sambutannya, Munjirin mengatakan lomba ketapel merupakan bagian dari upaya melestarikan olahraga tradisional sekaligus mempererat silaturahmi antarpegawai dalam menyambut HUT ke-499 Jakarta.
“Mengawali peringatan hari ulang tahun kota kita Jakarta yang ke-499, Jakarta Timur mengadakan awal rangkaian kegiatan tersebut dengan mengadakan lomba ketapel ASN Jakarta Timur,” ujar Munjirin.
Menurutnya, olahraga ketapel merupakan salah satu permainan tradisional yang lekat dengan budaya Betawi dan masyarakat Jakarta. Karena itu, keberadaannya perlu terus dilestarikan agar tidak tergerus perkembangan zaman.
Ia menambahkan, selain menjadi sarana hiburan dan olahraga rekreasi, kegiatan tersebut juga dapat menumbuhkan semangat kebersamaan serta menjadi energi positif bagi para ASN.
“Sebenarnya banyak kegiatan-kegiatan tradisional yang harus kita hidupkan kembali melalui Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI). Ini menjadi energi tersendiri bagi ASN,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Lomba Ketapel ASN, Eko Pujianto, menjelaskan bahwa kompetisi diikuti oleh 520 peserta dari berbagai perangkat daerah dan unit kerja di lingkungan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur.
Dalam perlombaan tersebut, panitia menyediakan ketapel dan peluru bagi seluruh peserta. Setiap peserta memperoleh tujuh peluru untuk membidik sasaran berupa kaleng kecil yang ditempatkan pada jarak sekitar tujuh meter.
“Para pemenang akan mendapatkan hadiah berupa piala, sertifikat, dan uang pembinaan untuk juara pertama, kedua, dan ketiga,” kata Eko.
Melalui kompetisi ini, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur berharap olahraga tradisional ketapel semakin dikenal dan diminati masyarakat, sekaligus menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya Betawi di tengah perkembangan olahraga modern.


