Pemkot Jakarta Timur Perkuat Implementasi Moderasi Beragama Libatkan Tokoh Agama dan Organisasi Keagamaan
Jakarta Timur, Wartapembaruan.co.id – Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Kusmanto, membuka kegiatan Penguatan Implementasi Moderasi Beragama Angkatan II Kota Administrasi Jakarta Timur di Ruang Rapat Bambu Apus, Gedung Serbaguna Blok C, Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Rabu (22/7/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Suban Kesbangpol) Kota Administrasi Jakarta Timur itu diikuti 90 peserta yang terdiri atas tokoh agama, tokoh aliran kepercayaan, organisasi keagamaan, serta pengurus rumah ibadah se-Jakarta Timur. Hadir sebagai narasumber Sekretaris Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan SDM Kementerian Agama RI, Wawan Djunaedi, serta Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Keumatan dan Keagamaan, Nong Darol Mahmada.
Dalam sambutannya, Kusmanto menegaskan bahwa moderasi beragama merupakan fondasi penting dalam menjaga persatuan dan kerukunan di tengah keberagaman suku, agama, ras, dan budaya yang dimiliki Jakarta Timur. Menurutnya, keberagaman harus menjadi kekuatan yang mempererat persatuan, bukan menjadi sumber perpecahan.
Ia berharap kegiatan tersebut menjadi ruang dialog yang sehat antarumat beragama sehingga tercipta keseimbangan antara pengamalan ajaran agama masing-masing dengan penghormatan terhadap hak setiap warga dalam menjalankan keyakinannya.
«“Melalui sikap saling menghargai perbedaan, potensi konflik yang dipicu sentimen keagamaan dapat diminimalkan, sekaligus memperkuat kerja sama lintas iman dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Kusmanto.»
Selain memperkuat kerukunan umat beragama, kegiatan ini juga bertujuan menyatukan visi pembangunan Kota Administrasi Jakarta Timur melalui kolaborasi antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan tokoh agama dalam mendukung pembangunan di berbagai sektor, mulai dari sosial, keagamaan, hingga infrastruktur.
Para peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai upaya menangkal berkembangnya paham ekstremisme, radikalisme, intoleransi, serta penyebaran narasi kebencian, khususnya di media sosial. Materi tersebut diharapkan mampu memperkuat peran tokoh agama sebagai agen perdamaian sekaligus menjaga kondusivitas wilayah.
«“Edukasi yang diterima seluruh peserta diharapkan dapat membangun masyarakat yang lebih bijak, inklusif, serta menjaga nilai-nilai kebangsaan. Salah satunya dengan menjaga kondusivitas lingkungan dari ancaman narkoba, hoaks, dan aksi tawuran,” tegasnya.»
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang harmonis, damai, dan toleran. Dengan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, diharapkan setiap warga dapat menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaannya secara aman, nyaman, serta saling menghormati dalam bingkai persatuan Indonesia.

