Ketua Umum DPP GMNI Ajak Seluruh Elemen Bangsa Jaga Indonesia
JAKARTA, Wartapembaruan.co.id – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) Sujahri Somar mengajak seluruh elemen bangsa memperkuat persatuan dan menjaga keutuhan Indonesia di tengah berbagai tantangan kebangsaan.
Ajakan tersebut disampaikan Sujahri saat menghadiri sekaligus memberikan sambutan dalam forum Obrolan Teras 13 yang mengangkat tema “Evaluasi 2 Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka”.
Dalam forum tersebut, Sujahri menyoroti dua persoalan yang dinilai perlu mendapat perhatian serius pemerintah, yakni kesiapsiagaan menghadapi bencana serta potensi disintegrasi bangsa. Menurutnya, kedua persoalan tersebut berkaitan erat dengan kemampuan negara dalam memberikan perlindungan dan menghadirkan keadilan bagi seluruh masyarakat.
Sujahri menilai penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia menjadi persoalan yang harus ditangani secara serius dan berkelanjutan.
Menurutnya, penanggulangan bencana tidak boleh hanya mengandalkan respons setelah bencana terjadi. Pemerintah perlu memperkuat mitigasi, kesiapsiagaan, serta kebijakan yang mampu mengurangi risiko bencana dan melindungi masyarakat.
“Negara tidak boleh hanya hadir setelah bencana terjadi. Negara harus hadir sebelum bencana itu datang, melalui mitigasi yang kuat, kesiapan yang matang, dan kebijakan yang mampu melindungi rakyat serta ruang hidupnya,” kata Sujahri.
Meski demikian, Sujahri mengapresiasi rencana pemerintah meningkatkan anggaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjadi Rp1,003 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.
Menurutnya, peningkatan anggaran tersebut menjadi sinyal positif untuk memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan bencana secara nasional, termasuk di daerah.
“Kami mengapresiasi langkah pemerintah yang menaikkan anggaran BNPB hingga menembus angka Rp1,003 triliun pada RAPBN 2027. Ini adalah komitmen nyata yang memang kita tunggu agar penguatan mitigasi, kesiapsiagaan di daerah, perlindungan lingkungan, serta sarana tanggap bencana dapat berjalan secara optimal dan merata,” tegasnya.
Selain persoalan kebencanaan, Sujahri mengingatkan pemerintah agar mencermati dinamika sosial dan politik di sejumlah daerah, seperti Maluku, Papua, Aceh, dan Kalimantan. Menurutnya, berbagai persoalan di daerah perlu ditangani sejak dini agar tidak berkembang menjadi konflik yang mengancam persatuan dan keutuhan bangsa.
“Persoalan disintegrasi tidak muncul dari ruang hampa. Ketika masyarakat merasa jauh dari keadilan, ketika pembangunan tidak dirasakan secara merata, dan ketika suara rakyat tidak didengar, maka di situlah negara harus hadir untuk melakukan koreksi,” ujarnya.
Ia menegaskan, menjaga keutuhan Indonesia tidak cukup hanya dengan menyerukan persatuan. Menurutnya, persatuan harus dibangun melalui keadilan sosial, pemerataan pembangunan, serta kehadiran negara yang nyata di tengah masyarakat.
Karena itu, Sujahri mendorong agar semangat “Jaga Indonesia” ditempatkan sebagai agenda bersama dan tidak berhenti sebagai slogan. Menurutnya, menjaga Indonesia berarti memastikan setiap warga negara mendapatkan perlindungan, setiap daerah memperoleh perhatian yang adil, dan berbagai persoalan kebangsaan diselesaikan melalui pendekatan yang mengedepankan persatuan serta keadilan.
“Jaga Indonesia bukan hanya menjaga batas wilayah dan keutuhan teritorial, tetapi juga menjaga rasa keadilan, menjaga kepercayaan rakyat, dan memastikan tidak ada daerah maupun kelompok masyarakat yang merasa ditinggalkan oleh negara. Kalau itu kita jaga, maka persatuan Indonesia juga akan semakin kuat,” ujar Sujahri.
Ia juga mendorong pemerintah melakukan apa yang disebutnya sebagai “belanja masalah”, yakni turun langsung ke berbagai daerah untuk mendengar persoalan masyarakat dan merumuskan kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
“Jangan hanya melihat Indonesia dari Jakarta. Datangi rakyat di Maluku, Papua, Aceh, Kalimantan, NTT, dan seluruh daerah lainnya. Dengarkan persoalan mereka dan jawab dengan kebijakan yang berkeadilan,” katanya.
Sujahri mengajak seluruh elemen bangsa bersama-sama menjaga Indonesia dengan memastikan masyarakat terlindungi dari ancaman bencana, lingkungan tetap terjaga, serta tidak ada kelompok masyarakat maupun daerah yang merasa ditinggalkan negara.
Menurutnya, kehadiran negara secara adil dan merata menjadi salah satu kunci untuk mencegah berkembangnya kekecewaan sosial yang berpotensi mengganggu persatuan dan keutuhan bangsa.
Sementara itu, Penanggung Jawab Obrolan Teras 13, Sudi Simarmata, mengatakan forum tersebut menjadi ruang refleksi untuk mengevaluasi berbagai persoalan kebangsaan sekaligus mendorong lahirnya gagasan konstruktif bagi Indonesia.
Menurut Sudi, penguatan mitigasi bencana, keadilan sosial, dan dialog antardaerah merupakan bagian penting dalam menjaga persatuan serta menghadapi berbagai tantangan Indonesia ke depan.
