TNI Menembus Gambut, Sisa Api Karhutla Kembali Dipadamkan


BENGKALIS, Wartapembaruan.co.id
– Perjalanan menuju lokasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Jalan Tegar, Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, tidak mudah. Hamparan gambut dan minimnya akses jalan membuat Tim Penyuluh Pencegahan–Penanggulangan Karhutla dari Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) harus menempuh perjalanan melalui kanal menggunakan sampan milik warga, Sabtu (29/8).

Dipimpin Staf Khusus KSAL sekaligus Ketua Tim Penyuluh, Brigjen TNI (Mar) Freddy Jhon Hamonangan Pardosi, rombongan bersama Kolonel Tek. I Wayan Joni Nugraha dan Mayor Inf. Sugianto turun langsung melihat kondisi lokasi kebakaran di lingkungan Kanal Atiam, RT005/RW017, yang berada dalam wilayah teritorial Kodim 0303/Bengkalis.

Didampingi Danramil 03/Mandau Kapten Czi. Suratmin, tim menyusuri kanal dengan air yang keruh untuk mencapai kawasan gambut yang terbakar. Setelah turun dari sampan, perjalanan kembali dilanjutkan dengan berjalan kaki menembus hamparan gambut menuju titik lokasi yang cukup jauh dari permukiman warga.

Medan berat tersebut tidak menyurutkan langkah tim. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi sebenarnya setelah kebakaran terjadi sekaligus mengantisipasi munculnya kembali api yang dapat dengan cepat menjalar di kawasan gambut.

“Hari ini kami terjun langsung ke lokasi kebakaran untuk memastikan kondisi nyata di lapangan. Api telah padam, hanya terdapat satu atau dua titik kecil yang masih mengeluarkan asap. Itu langsung kami padamkan agar tidak meluas,” ujar Brigjen TNI Marinir Pardosi.

Dari hasil peninjauan, tim mendapati kawasan gambut yang terbakar merupakan lahan yang telah ditanami komoditas kelapa sawit. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena lahan gambut memiliki karakteristik yang membuat api dapat kembali muncul dari bawah permukaan meski secara kasatmata terlihat sudah padam.

Karena itu, Pardosi mengajak masyarakat untuk tidak menganggap remeh kebakaran sekecil apa pun. Menurutnya, laporan cepat dari warga menjadi salah satu kunci agar api dapat segera ditangani sebelum berubah menjadi bencana yang lebih besar.

“Kami harap masyarakat setempat, terlebih bagi mereka yang mempunyai lahan atau kebun sawit di dalam kawasan tersebut, untuk tidak cuek. Kalau ada kejadian kebakaran, tolong cepat dilaporkan agar dapat segera dipadamkan,” pesannya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar sampah, semak maupun vegetasi di atasnya. Selain membahayakan lingkungan dan kesehatan masyarakat, api yang tidak terkendali dapat menyebar luas di kawasan gambut.

“Yang paling penting, jangan buka lahan dengan membakar sampah, semak atau vegetasi liar di atasnya. Bila kedapatan dan akhirnya menyebabkan bencana kebakaran yang meluas, pelakunya akan ditindak sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” tegas Pardosi.

Bagi Tim Penyuluh Mabes TNI, penanganan Karhutla bukan hanya soal memadamkan api. Lebih dari itu, upaya pencegahan membutuhkan kesadaran bersama, kepedulian masyarakat, serta respons cepat ketika tanda-tanda kebakaran mulai terlihat.

Di tengah medan yang sulit dan akses yang terbatas, kehadiran tim bersama aparat kewilayahan dan masyarakat menjadi pengingat bahwa menjaga gambut dari ancaman api merupakan tanggung jawab bersama. Sebab, satu titik api yang dibiarkan dapat berubah menjadi persoalan besar yang merugikan banyak orang.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • TNI Menembus Gambut, Sisa Api Karhutla Kembali Dipadamkan
  • TNI Menembus Gambut, Sisa Api Karhutla Kembali Dipadamkan
  • TNI Menembus Gambut, Sisa Api Karhutla Kembali Dipadamkan
  • TNI Menembus Gambut, Sisa Api Karhutla Kembali Dipadamkan
  • TNI Menembus Gambut, Sisa Api Karhutla Kembali Dipadamkan
  • TNI Menembus Gambut, Sisa Api Karhutla Kembali Dipadamkan