Gerebek Saluran, PPSU Kelapa Dua Wetan Angkut 50 Karung Lumpur dan Sampah
JAKARTA TIMUR — Kelurahan Kelapa Dua Wetan (KDW), Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, menerjunkan 10 personel Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dalam kegiatan Gerebek Saluran, Selasa (29/9/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan di wilayah RT 05/RW 02 tersebut difokuskan pada pembersihan saluran air dan pengangkatan sedimen lumpur serta sampah. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi genangan sekaligus menjaga kebersihan lingkungan dan menekan risiko penyakit yang berkaitan dengan lingkungan, termasuk Demam Berdarah Dengue (DBD).
Kepala Seksi Perekonomian dan Pembangunan Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Retno Wulandari, mengatakan saluran air di lokasi memiliki ukuran cukup besar. Namun, proses pembersihan harus dilakukan secara manual karena akses menuju lokasi berupa gang sempit sehingga tidak dapat dilalui alat berat.
"Alat berat seperti beko atau ekskavator dari Dinas Sumber Daya Air (SDA) tingkat kecamatan tidak dapat masuk ke area permukiman," ujar Retno.
Dalam kegiatan tersebut, petugas menargetkan pembersihan saluran sepanjang sekitar 50 meter. Kegiatan Gerebek Saluran dilaksanakan secara rutin setiap Selasa dan Jumat.
Dari setiap kegiatan, petugas rata-rata mengangkut sekitar 50 karung berisi sedimen lumpur dan sampah yang dikeluarkan dari saluran.
"Apabila proses pengurasan jaringan saluran hari ini belum tuntas sepenuhnya, penanganan akan dilanjutkan kembali pada jadwal Gerebek Saluran hari Jumat mendatang," katanya.
Retno juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan serta rutin membersihkan lingkungan di sekitar tempat tinggal.
Menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan menjadi penting untuk mencegah berbagai penyakit, termasuk DBD.
Sementara itu, Bendahara RT 05/RW 02 Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Sudarhianto, mengatakan wilayah yang dikenal sebagai Kali Putih memiliki kontur tanah yang naik-turun. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian permukiman di area yang lebih rendah berpotensi terdampak banjir ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
"Di area bawah, hampir 50 persen atau sekitar 104 kepala keluarga kerap terdampak banjir akibat curah hujan tinggi dan penyempitan aliran air," ungkapnya.
Ia mengapresiasi kegiatan pembersihan saluran yang dilakukan petugas PPSU. Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kelancaran aliran air sekaligus memberikan rasa aman bagi warga, terutama menjelang musim penghujan.
"Atas pelaksanaan kegiatan pembersihan Kali Putih ini, warga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih. Pembersihan ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dari ancaman banjir menjelang memasuki musim penghujan," katanya.
