Purna Tugas, Dra. Magdalena Tenau Dikenang Personel TNI-Polri dan BIN sebagai Sosok Humanis di Pedalaman Maybrat

Foto: Dra. Magdalena Tenau, M.M., Kepala Dinas Sosial Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya. (Istimewa)
MAYBRAT, Wartapembaruan.co.id - Pengabdian di wilayah dengan kondisi geografis yang sulit dan tantangan keamanan seperti Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, tidak hanya membutuhkan kesiapan personel di lapangan, tetapi juga dukungan dari berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat.
Dalam konteks tersebut, sosok Dra. Magdalena Tenau, M.M., yang memasuki masa purna tugas sebagai Kepala Dinas Sosial Kabupaten Maybrat, mendapat apresiasi dari sejumlah personel satuan tugas keamanan yang selama ini bertugas di wilayah tersebut.
Dalam keterangan yang diterima redaksi, Rabu (23/9/2026), bagi personel TNI, Polri, termasuk Brimob, serta unsur Badan Intelijen Negara (BIN) yang bertugas di sejumlah wilayah pedalaman Maybrat, Magdalena dikenal sebagai salah satu pejabat pemerintah daerah yang dinilai aktif memberikan perhatian terhadap kebutuhan personel di lapangan.
Sejumlah personel bahkan menyapanya dengan panggilan akrab "Kak Magda". Sapaan tersebut menggambarkan kedekatan yang terbangun selama masa penugasan, khususnya melalui berbagai bentuk dukungan sosial dan komunikasi dengan aparat yang bertugas jauh dari keluarga.
Kondisi geografis sejumlah wilayah Maybrat menjadi salah satu tantangan tersendiri bagi personel keamanan. Akses menuju sejumlah pos pengamanan tidak selalu mudah, sementara jarak dengan pusat pemerintahan dan fasilitas pelayanan juga relatif jauh.
Dalam situasi tersebut, Magdalena disebut beberapa kali turun langsung ke lapangan untuk memberikan bantuan logistik, sembako, dan kebutuhan pokok kepada personel yang bertugas.
Sejumlah pos yang disebut pernah mendapat perhatian tersebut antara lain Pos Kampung Sori, Pos Faan Kahrio, Pos Kamat, Pos Ayata, Pos Aimasa, hingga Pos Brimob di wilayah Aifat Timur dan Aifat Selatan.
Kehadiran tersebut tidak sebatas penyaluran bantuan. Magdalena juga menyempatkan diri berkomunikasi dengan personel, mendengarkan berbagai kondisi yang mereka hadapi, serta membangun hubungan yang lebih dekat antara pemerintah daerah dengan aparat keamanan.
Bagi para personel yang menjalankan tugas jauh dari keluarga, perhatian semacam itu dinilai memiliki arti tersendiri, terutama dalam menjaga semangat selama berada di daerah penugasan.
Apresiasi terhadap Magdalena juga muncul karena pendekatannya yang dinilai mampu menciptakan suasana lebih cair di tengah situasi penugasan yang tidak selalu mudah.
Salah satu ungkapan yang dikenang sejumlah personel adalah istilah "Mayringan", yang digunakan Magdalena untuk menggambarkan Maybrat sebagai daerah yang tetap memiliki sisi damai, indah, dan penuh kekeluargaan.
"Prajurit dan adik-adik semua, ini bukan lagi 'Maybrat', tapi ini 'Mayringan'. Jadi jangan pernah anggap Maybrat ini pusat konflik, tapi anggaplah Maybrat ini adalah tempat yang damai dan indah untuk kita semua."
Ungkapan tersebut, menurut personel yang mengenalnya, menjadi salah satu cara Magdalena membangun optimisme dan mencairkan suasana di tengah rutinitas tugas.
Pendekatan humanis tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa dukungan terhadap aparat di daerah penugasan tidak selalu berbentuk bantuan material. Komunikasi, perhatian, dan hubungan kekeluargaan juga menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan moril personel.
Selain perhatian kepada aparat, rekam pengabdian Magdalena selama menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial Kabupaten Maybrat juga dikaitkan dengan sejumlah kegiatan sosial kemasyarakatan.
Salah satunya adalah keterlibatan dalam penanganan masyarakat terdampak bencana, termasuk penyaluran bantuan ketika banjir bandang melanda wilayah Distrik Mare Selatan.
Di bidang pemberdayaan sosial, Magdalena juga disebut terlibat dalam kegiatan monitoring dan evaluasi atau Monev bersama Universitas Cenderawasih dan Balai Besar Diklat Kementerian Sosial Republik Indonesia.
Kegiatan tersebut diarahkan untuk mendukung kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian sosial, termasuk lanjut usia, janda, duda, dan anak yatim di wilayah Aifat Timur dan Aifat Selatan.
Perhatian terhadap generasi muda juga menjadi bagian dari kegiatan sosial dan kemasyarakatan yang dijalankannya. Salah satunya melalui dukungan terhadap pembinaan iman Orang Muda Katolik (OMK) serta kegiatan Hari Orang Muda Sedunia (HOMS) ke-40 tingkat TPW Maybrat di Paroki Santo Andreas Ayata.
Memasuki masa purna tugas, personel keamanan gabungan yang pernah berinteraksi dengannya menyampaikan penghargaan atas perhatian yang selama ini diberikan.
Salah seorang perwakilan personel menyampaikan bahwa dukungan Magdalena dirasakan sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap aparat yang bertugas jauh dari keluarga.
"Kami bertugas jauh dari kampung halaman dan jauh dari keluarga. Namun selama berada di pedalaman Maybrat, kehadiran Ibu Magdalena Tenau membuat kami tidak pernah merasa sendiri."
Menurutnya, Magdalena dinilai tidak membedakan latar belakang institusi dalam memberikan perhatian kepada personel yang bertugas.
"Beliau merawat kami seperti anak-anaknya sendiri tanpa membeda-bedakan institusi, selalu hadir membawa perhatian nyata, dan menjadi jembatan hangat antara pemerintah daerah, masyarakat, serta aparat keamanan."
Ia menambahkan, dukungan tersebut semakin terasa ketika personel menghadapi keterbatasan akses dan kondisi medan yang berat.
"Di saat medan sulit dan logistik terbatas, sentuhan kasih Ibu Magda selalu hadir tepat waktu. Ketulusan beliau adalah penyemangat utama bagi moril seluruh prajurit TNI, Polri, dan personel BIN di lapangan."
Berakhirnya masa tugas Magdalena sebagai Kepala Dinas Sosial Kabupaten Maybrat menjadi momentum bagi sejumlah pihak yang pernah bekerja dan berinteraksi dengannya untuk menyampaikan penghargaan atas pengabdiannya.
Bagi personel keamanan yang pernah bertugas di wilayah Maybrat, hubungan yang terbangun selama masa penugasan menjadi bagian dari pengalaman yang tidak mudah dilupakan.
Apresiasi tersebut juga menjadi gambaran bahwa keberhasilan menjaga ketahanan sosial dan keamanan di daerah tidak hanya bergantung pada aparat yang berada di garis depan, tetapi membutuhkan keterlibatan pemerintah daerah, masyarakat, dan berbagai unsur lainnya.
Para personel menyampaikan doa agar Magdalena senantiasa diberikan kesehatan, kebahagiaan, kedamaian, dan keberkahan dalam menjalani babak kehidupan berikutnya.
Jejak pengabdian dan hubungan kekeluargaan yang telah terbangun selama bertugas di Maybrat diharapkan tetap menjadi bagian dari perjalanan bersama dalam menjaga persaudaraan, pelayanan masyarakat, serta komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.
(Red)