Kunci Indonesia Emas: Optimalisasi Peran Perempuan Lampung

  

BANDAR LAMPUNG, wartapembaruan.co.id — Peran perempuan kini menjadi fokus utama dalam strategi pembangunan masa depan Provinsi Lampung. Mengingat populasi penduduk didominasi oleh kaum hawa, penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) perempuan dinilai sebagai langkah krusial dalam menghadapi pergeseran ekonomi modern yang tak lagi sekadar mengandalkan lahan fisik atau kekayaan alam semata.

Pesan fundamental tersebut disampaikan oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, saat menghadiri Pelantikan dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Pengurus Wilayah Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Lampung periode 2026–2031 di Ballroom Radisson Hotel Bandar Lampung, Minggu (13/9/2026).

Agenda pelantikan yang mengusung tema Strengthening Woman's Leadership for Sustainable Community Empowerment tersebut menegaskan komitmen penguatan kepemimpinan perempuan dalam pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

Menjawab Tantangan Bonus Demografi

Dalam pandangannya, Gubernur Mirza menguraikan bahwa Lampung tengah berada di tengah gelombang bonus demografi, di mana kisaran 70 persen warganya berada pada usia produktif (15 hingga 65 tahun). Dalam konstelasi ini, Fatayat NU memegang peranan kunci karena menaungi kelompok usia yang memegang kendali masa depan bangsa.

Generasi muda berusia 20 hingga 30 tahun di dalam organisasi diproyeksikan sebagai pelaku utama momentum Indonesia Emas, sedangkan kader berusia 30 hingga 45 tahun memegang tanggung jawab besar dalam mendidik generasi penerus. Oleh sebab itu, pemberian akses yang luas terhadap pendidikan, lapangan kerja, dan peluang berwirausaha bagi perempuan dipastikan bakal mendongkrak kesejahteraan keluarga sekaligus mencetak SDM unggul.

Mendorong Hilirisasi Komoditas dan UMKM

Tak hanya berfokus pada ranah domestik dan pendidikan keluarga untuk menekan persoalan sosial seperti angka perceraian, Pemprov Lampung juga mendorong aksi nyata Fatayat NU di sektor ekonomi makro. Salah satunya melalui partisipasi aktif dalam program hilirisasi produk pertanian lokal.

Saat ini, tingkat hilirisasi komoditas unggulan di Provinsi Lampung baru menyentuh angka sekitar 40 persen. Pemerintah daerah bertekad memperluas ekosistem Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis komoditas lokal agar kader perempuan dapat terlibat langsung dalam rantai nilai tambah ekonomi dari tingkat desa hingga provinsi.

Rekam Jejak dan Harapan Sinergi

Kapasitas kaderisasi Fatayat NU di Lampung sendiri telah teruji di panggung publik. Lebih dari 37 kader perempuan berhasil menduduki kursi legislatif (DPRD), di samping rekam jejak kader lain yang dipercaya menjabat posisi penting seperti wakil gubernur, bupati, hingga wakil bupati.

Plt Ketua PP Fatayat NU, Dewi Winarti, menegaskan bahwa kepengurusan baru masa khidmat 2026–2031 siap menjawab tantangan tersebut melalui penguatan program pelayanan masyarakat, khususnya pada isu perlindungan perempuan dan anak serta pemberdayaan ekonomi. Senada dengan hal tersebut, Ketua PWNU Lampung, Puji Rahardjo, mengapresiasi proses regenerasi kepemimpinan perempuan di tubuh NU yang berjalan dinamis dan siap berkolaborasi demi kemajuan daerah.

Melalui sinergi inklusif ini, perempuan di Lampung tak lagi diposisikan sekadar sebagai penerima dampak pembangunan, melainkan aktor utama penentu kemajuan daerah.(**)
Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Kunci Indonesia Emas: Optimalisasi Peran Perempuan Lampung
  • Kunci Indonesia Emas: Optimalisasi Peran Perempuan Lampung
  • Kunci Indonesia Emas: Optimalisasi Peran Perempuan Lampung
  • Kunci Indonesia Emas: Optimalisasi Peran Perempuan Lampung
  • Kunci Indonesia Emas: Optimalisasi Peran Perempuan Lampung
  • Kunci Indonesia Emas: Optimalisasi Peran Perempuan Lampung