Sosok Baron alias Hamadi di Balik PT Nusantara Bumi Sriwijaya: Pemain Lama BBM Ilegal Kembali Beraksi, Dua Truk Tangki Diamankan Polda Jambi
Jambi, Wartapembaruan.co.id — Penelusuran tim media dari berbagai sumber di lapangan menguak sosok di balik perusahaan PT Nusantara Bumi Sriwijaya (NBS) yang kini tengah menjadi sorotan aparat penegak hukum. Nama Baron alias Hamadi muncul sebagai aktor utama di balik bisnis BBM perusahaan tersebut. Ia diketahui merupakan pemilik perusahaan yang berkantor di Jalan Kanci Putih 2 No. 24, Kota Palembang, Sumatera Selatan.
Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan bahwa Baron bukan nama baru dalam dunia perdagangan BBM ilegal. Sosoknya telah lama termonitor sebagai pemain besar di wilayah Provinsi Jambi. Bahkan, rekam jejaknya pernah diwarnai insiden kebakaran hebat di salah satu gudang BBM ilegal yang dikelolanya beberapa tahun silam. Dalam peristiwa itu, Baron sempat masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) aparat penegak hukum.
Namun, belakangan aktivitasnya kembali tercium di wilayah Sumatera Selatan, dengan modus serupa: mengedarkan BBM hasil olahan dari refinery ilegal yang beroperasi di perbatasan Palembang–Jambi.
Puncaknya, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jambi bersama Detasemen Polisi Militer (Denpom) Jambi berhasil mengamankan dua unit truk tangki berkapasitas 8.000 liter yang diduga kuat mengangkut BBM ilegal dari refinery di kawasan Sumsel tersebut menuju arah Pekanbaru, Riau.
Dari operasi penindakan itu, petugas mengamankan dua orang sopir serta dua oknum TNI yang bertugas sebagai pengawal armada tangki. Seluruhnya kini telah diamankan di Mapolda Jambi dan Denpom Jambi untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut.
Seorang warga Palembang yang mengenal aktivitas Baron mengungkapkan bahwa nama tersebut sudah sangat dikenal di kalangan pengusaha BBM.
“Dia itu pemain besar di Palembang. Banyak orang tahu, tapi sulit tersentuh hukum,” ungkapnya dengan nada heran.
Kasus ini menjadi sorotan publik karena memperlihatkan dugaan adanya jaringan terorganisir di balik bisnis BBM ilegal lintas provinsi yang melibatkan perusahaan berbadan hukum resmi namun disinyalir hanya sebagai kedok.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Polda Jambi belum memberikan keterangan resmi terkait status hukum Baron alias Hamadi, namun sumber internal menyebutkan bahwa nama tersebut masuk dalam radar penyelidikan dan kemungkinan besar akan dipanggil untuk dimintai pertanggungjawaban hukum.
Penelusuran lebih lanjut akan menentukan apakah kasus ini hanya sebatas penyelundupan biasa, atau bagian dari jaringan besar distribusi BBM ilegal antarprovinsi yang selama ini merugikan negara dan mencoreng wajah penegakan hukum di Sumatera.



