PETI di DAS Batanghari Digerebek, 10 Rakit Ditinggal Kabur Pelaku


Muaro Jambi, Wartapembaruan.co.id — Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali mencoreng kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Batanghari. Kali ini, Satreskrim Polres Muaro Jambi bersama Polsek Sekernan turun langsung melakukan penindakan terhadap aktivitas tambang ilegal di wilayah Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi, Kamis (10/9/2026).

Operasi yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Muaro Jambi AKP M. Robby Nizar, S.Tr.K., S.I.K., tersebut dilakukan setelah polisi menerima laporan masyarakat yang resah dengan maraknya aktivitas PETI di perairan Sungai Batanghari.

Tim Unit Tipidter Satreskrim Polres Muaro Jambi bersama Unit Reskrim Polsek Sekernan bergerak sekitar pukul 11.30 WIB menggunakan pompong untuk menyusuri kawasan sungai yang diduga menjadi lokasi aktivitas tambang ilegal.
Namun, kedatangan polisi diduga lebih dulu diketahui para pekerja. Saat petugas mendekati lokasi, para pekerja langsung kabur meninggalkan rakit-rakit yang digunakan untuk menambang.

Tak satu pun pekerja berhasil diamankan.
“Saat tim mendekat, para pekerja langsung melarikan diri ke daratan dan meninggalkan lokasi. Tidak seorang pun yang berhasil diamankan di atas rakit tersebut,” ujar AKP Robby.

Dari hasil penyisiran, polisi menemukan sedikitnya 10 unit ketek atau rakit yang diduga digunakan untuk aktivitas PETI. Sejumlah peralatan tambang juga ditemukan, termasuk karpet penyaring material emas dan alat penyaring batuan jenis kerikil.

Petugas kemudian mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi sebagai bagian dari proses penindakan dan penyelidikan lebih lanjut.
Kasat Reskrim menegaskan, aktivitas PETI bukan hanya persoalan pelanggaran hukum, tetapi juga berpotensi memperparah kerusakan lingkungan dan mengancam keberlangsungan ekosistem Sungai Batanghari.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mencoba melakukan aktivitas PETI. Selain melanggar hukum, kegiatan ini merusak ekosistem lingkungan dan mencemari DAS Batanghari,” tegasnya.

Penindakan berlangsung hingga sekitar pukul 14.00 WIB. Meski para pekerja berhasil meloloskan diri, polisi memastikan pengawasan terhadap kawasan rawan PETI akan terus dilakukan.

Kaburnya para pekerja saat polisi datang kini menjadi perhatian tersendiri. Sebab, keberadaan 10 rakit tambang lengkap dengan peralatan pengolahan material menunjukkan bahwa aktivitas tersebut bukan sekadar dugaan, melainkan diduga telah berlangsung di kawasan perairan Batanghari.

Polres Muaro Jambi menyatakan tidak akan berhenti pada pembubaran lokasi. Penelusuran dan pengembangan kasus akan dilakukan untuk mengungkap pihak-pihak yang berada di balik aktivitas PETI tersebut serta memastikan penegakan hukum berjalan sesuai ketentuan perundang-undangan.
Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • PETI di DAS Batanghari Digerebek, 10 Rakit Ditinggal Kabur Pelaku
  • PETI di DAS Batanghari Digerebek, 10 Rakit Ditinggal Kabur Pelaku
  • PETI di DAS Batanghari Digerebek, 10 Rakit Ditinggal Kabur Pelaku
  • PETI di DAS Batanghari Digerebek, 10 Rakit Ditinggal Kabur Pelaku
  • PETI di DAS Batanghari Digerebek, 10 Rakit Ditinggal Kabur Pelaku
  • PETI di DAS Batanghari Digerebek, 10 Rakit Ditinggal Kabur Pelaku