Dari Sungai di Tapanuli Selatan ke Atlantis Ancol, Ahmad Lubis Kini Jadi tim Lifeguard dalam Aksi Pecahkan Rekor Muri Renang 24 Jam

Foto: Aksi pertama berupa renang estafet selama 24 jam tanpa henti dilaksanakan pada Sabtu, 24 Oktober 2026, di kolam tanding Atlantis Water Adventure. (Dok: Fahmy/WP)
JAKARTA, Wartapembaruan.co.id - Memperingati Hari Renang Sedunia atau World Swim Day pada 24 Oktober 2026, Atlantis Water Adventure Ancol menggelar rangkaian kegiatan spesial selama dua hari, 24–25 Oktober 2026. Perayaan ini menghadirkan dua aksi yang direncanakan memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI), yakni renang estafet selama 24 jam tanpa henti dan pembentangan bendera Merah Putih sepanjang 360 meter.
Mengusung semangat kebersamaan, kebugaran, keselamatan air, dan nasionalisme, kegiatan tersebut melibatkan para perenang yang memiliki peran penting dalam menjaga keamanan pengunjung di wahana air. Selain menjadi ajang olahraga dan hiburan, perayaan ini juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya kemampuan berenang serta keterampilan penyelamatan di air.
Aksi pertama berupa renang estafet selama 24 jam tanpa henti dilaksanakan pada Sabtu, 24 Oktober 2026, di kolam tanding Atlantis Water Adventure. Sebanyak 21 perenang yang merupakan lifeguard atau petugas penyelamat berpartisipasi dalam tantangan ketahanan fisik tersebut.
Kegiatan ini menuntut stamina, kedisiplinan, konsistensi, dan koordinasi antarpeserta agar estafet dapat berlangsung sesuai dengan target waktu yang ditetapkan. Di sisi lain, kegiatan tersebut memperlihatkan peran lifeguard yang tidak hanya bertugas mengawasi keselamatan pengunjung, tetapi juga dituntut memiliki kemampuan fisik dan keterampilan penyelamatan yang terus diasah.
Sementara itu, aksi kedua dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 25 Oktober 2026, di area kolam arus. Dalam kegiatan tersebut, bendera Merah Putih sepanjang 360 meter akan dibentangkan sebagai simbol persatuan, kebanggaan nasional, dan semangat gotong royong.
Kedua kegiatan itu direncanakan menjadi bagian dari upaya pencatatan rekor MURI. Namun, status rekor tetap bergantung pada proses verifikasi dan penetapan oleh pihak terkait.
Salah satu peserta renang estafet, Ahmad Soleh Lubis, yang akrab disapa Lubis, mengungkapkan bahwa kecintaannya terhadap olahraga renang telah tumbuh sejak kecil. Pria asal Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, tersebut mengaku sudah mengenal kemampuan berenang sejak sebelum memasuki sekolah dasar karena lingkungan tempat tinggalnya berdekatan dengan sungai.
Menurut Lubis, pengalaman masa kecil itu menjadi salah satu fondasi yang membentuk kecintaannya terhadap dunia renang hingga akhirnya menekuni profesi sebagai lifeguard.
“Sejak kecil saya memang mencintai olahraga renang. Lingkungan tempat tinggal saya dahulu dikelilingi sungai, sehingga saya sudah mengenal renang sebelum masuk SD,” ungkap Lubis saat diwawancarai seusai mengikuti rangkaian kegiatan.
Ia menjelaskan, perjalanan menjadi lifeguard bermula ketika dirinya datang ke Jakarta sebagai mahasiswa. Seorang teman kemudian menawarkan kesempatan untuk bekerja sebagai petugas penyelamat di wahana air.
Awalnya, Lubis mengaku belum memahami secara mendalam tugas dan tanggung jawab seorang lifeguard. Namun, setelah mempelajari pekerjaan tersebut, ia menyadari bahwa profesi itu membutuhkan keterampilan khusus, kesiapsiagaan, serta pengetahuan keselamatan yang harus terus diperbarui.
“Setelah saya pelajari, ternyata ilmu sebagai lifeguard itu tidak ada habisnya dan sangat bermanfaat. Kalau memungkinkan, edukasi seperti ini juga perlu diterapkan di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Bagi Lubis, kemampuan berenang tidak semata-mata berkaitan dengan olahraga atau rekreasi. Keterampilan tersebut juga dapat menjadi bekal penting untuk menjaga keselamatan diri sendiri maupun membantu orang lain ketika menghadapi situasi darurat di air.
Menghadapi tantangan renang estafet 24 jam, Lubis mengatakan para peserta telah menjalani persiapan sekitar satu bulan di kolam tanding Atlantis Water Adventure.
Jadwal latihan dilakukan secara berkala, terkadang setiap dua hari sekali dan pada kesempatan lain setiap hari, menyesuaikan kebutuhan persiapan. Latihan tersebut ditujukan untuk membangun kesiapan fisik sekaligus memperkuat mental peserta dalam menghadapi tantangan yang berlangsung selama 24 jam.
Ia menyebut kesiapan mental dan kondisi fisik menjadi dua tantangan utama yang harus diperhatikan. Pasalnya, kegiatan renang dalam durasi panjang membutuhkan ketahanan tubuh, konsentrasi, serta kemampuan menjaga konsistensi selama pelaksanaan.
Setelah menjalani tantangan tersebut, Lubis mengaku merasa puas karena dapat menyelesaikan bagian tugasnya dalam rangkaian kegiatan pemecahan rekor yang direncanakan.
Pengalaman itu menjadi kebanggaan tersendiri baginya, terlebih kegiatan tersebut menggabungkan kecintaannya terhadap renang dengan profesi yang selama ini dijalani.
Dalam kesempatan tersebut, Lubis juga menyampaikan pesan kepada generasi muda agar tidak meninggalkan minat dan bakat yang dimiliki. Menurutnya, hobi yang dikembangkan secara serius dapat menjadi keterampilan berharga, membuka peluang pekerjaan, dan memberikan manfaat bagi masa depan.
“Hobi kalian teruskan. Kalau ditekuni dengan sungguh-sungguh, hobi itu bisa menjadi bekal untuk memenuhi kebutuhan hidup dan menjadi modal untuk masa depan,” pesannya.
Ia menilai pendidikan formal tetap penting, tetapi perlu berjalan beriringan dengan penguasaan keterampilan praktis. Kemampuan yang diasah secara konsisten, menurutnya, dapat membuka peluang yang lebih luas bagi seseorang untuk berkembang.
Pengalaman Lubis sebagai lifeguard menjadi contoh bagaimana ketertarikan terhadap suatu bidang dapat berkembang menjadi profesi yang memiliki nilai ekonomi sekaligus manfaat sosial.
Selain aksi olahraga, perayaan World Swim Day 2026 juga diramaikan dengan beragam hiburan dan aktivitas bagi pengunjung. Rangkaian kegiatan dirancang untuk menghadirkan suasana rekreasi yang dinamis bagi keluarga dan masyarakat.
Khusus Sabtu, 24 Oktober 2026, Atlantis Water Adventure Ancol dijadwalkan beroperasi selama 24 jam untuk mendukung pelaksanaan acara. Pengunjung dapat menyaksikan rangkaian kegiatan sekaligus menikmati berbagai wahana dan hiburan yang tersedia.
Melalui kegiatan tersebut, Atlantis Water Adventure Ancol berupaya menghadirkan pengalaman rekreasi yang tidak hanya berorientasi pada hiburan, tetapi juga memberikan nilai edukasi, khususnya mengenai manfaat olahraga renang, pentingnya kebugaran, dan keselamatan di lingkungan perairan.
Berenang diketahui memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan, antara lain membantu meningkatkan kebugaran jantung dan paru-paru, memperkuat otot, serta mendukung pemeliharaan berat badan yang sehat. Namun, aktivitas ini tetap perlu dilakukan dengan memperhatikan kondisi fisik, kemampuan berenang, dan prosedur keselamatan yang berlaku.
Edukasi keselamatan air juga penting diperkenalkan sejak dini, baik melalui keluarga maupun lingkungan pendidikan, agar masyarakat semakin memahami risiko di perairan dan mengetahui langkah pencegahan yang tepat.
Perayaan World Swim Day 2026 di Atlantis Water Adventure Ancol diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat budaya hidup sehat sekaligus memperluas pemahaman masyarakat tentang keselamatan air.
Renang estafet 24 jam menonjolkan ketahanan, kedisiplinan, dan kerja sama tim. Sementara pembentangan bendera Merah Putih sepanjang 360 meter membawa pesan persatuan dan kebanggaan terhadap Tanah Air.
Kedua kegiatan tersebut menjadi perpaduan antara olahraga, rekreasi, edukasi, dan nasionalisme dalam satu rangkaian acara.
Dengan mengusung semangat “Satu Kolam, Satu Semangat, Satu Merah Putih,” Atlantis Water Adventure Ancol berharap perayaan ini dapat menghadirkan pengalaman yang berkesan bagi pengunjung sekaligus mendorong masyarakat untuk semakin mencintai olahraga renang dan mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di air.
Lebih jauh, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa olahraga tidak hanya berbicara tentang kemampuan fisik dan pencapaian rekor, tetapi juga tentang disiplin, kebersamaan, keterampilan yang bermanfaat, serta kepedulian terhadap keselamatan sesama.
Editor: Fahmy Nurdin