Pulihkan Layanan Kesehatan Pascabencana, LKC DD Aceh Bekali 12 Remaja Menjadi Kader Edukator Kesehatan
PIDIE JAYA, Wartapembaruan.co.id — Pemulihan layanan kesehatan pascabencana tidak hanya membutuhkan pemulihan fasilitas, tetapi juga keterlibatan masyarakat untuk menjaga keberlanjutan pelayanan. Remaja pun memiliki peran yang dapat dikembangkan, mulai dari menyebarkan informasi kesehatan kepada teman sebaya hingga berpartisipasi dalam pelayanan kesehatan di tingkat gampong.
Melalui Program Recovery Kebencanaan, Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Dompet Dhuafa Aceh (LKC DD Aceh) berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Pidie Jaya menyelenggarakan Pelatihan Kader Edukator Kesehatan Remaja di Gampong Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu, Jumat (16/10/2026).
Pelatihan yang berlangsung pukul 09.00–17.00 WIB ini diikuti oleh 12 pelajar tingkat SMP/MTs dan SMA/MA. Peserta dibekali pengetahuan mengenai permasalahan kesehatan remaja, keterampilan komunikasi edukatif, serta teknik menyampaikan pesan kesehatan secara menarik dan sesuai karakteristik teman sebaya.
Kepala Wilayah LKC Dompet Dhuafa Aceh, Arfan Ramadhan, menegaskan bahwa pelibatan remaja merupakan bagian penting dari upaya membangun pemulihan layanan kesehatan yang berkelanjutan.
“Pemulihan pascabencana tidak cukup hanya memastikan layanan kesehatan kembali tersedia, tetapi juga memperkuat keterlibatan masyarakat dalam menjaganya. Remaja perlu diberi ruang untuk berpartisipasi secara bermakna, dengan pembekalan dan pendampingan yang tepat, agar mereka dapat menjadi mitra edukasi kesehatan di lingkungan sekitarnya,” ujar Arfan.
Fasilitator Program Recovery Kebencanaan LKC DD Aceh wilayah Pidie Jaya, Uswatun Hasanah, S.Keb., turut mengapresiasi konsistensi kader Posyandu yang tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat meskipun menghadapi dampak bencana.
“Kami mengapresiasi kader Posyandu yang terus konsisten bergerak bersama memberikan pelayanan kepada masyarakat meskipun wilayah ini turut terdampak bencana. Sejak Juli 2026, kami telah mendampingi masyarakat di Gampong Meunasah Lhok. Penguatan kader remaja ini menjadi bagian dari upaya memperluas keterlibatan masyarakat agar pelayanan kesehatan dapat terus berjalan dan menjangkau kebutuhan warga,” ujar Uswatun.
Perkuat Pemahaman Masalah Kesehatan Remaja
Pelatihan diawali dengan materi Pengenalan Permasalahan Kesehatan Remaja dan Pentingnya Peran Kader Remaja yang disampaikan oleh dr. Deviana dari Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Pidie Jaya.
Peserta diperkenalkan pada paket pelayanan Posyandu bagi anak usia sekolah dan remaja, termasuk pencegahan anemia melalui konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) dan pemeriksaan hemoglobin (Hb), penerapan gizi seimbang melalui konsep Isi Piringku, aktivitas fisik, serta edukasi mengenai bahaya merokok, penyalahgunaan NAPZA, dan kehamilan remaja.
Materi tersebut juga mencakup lima langkah pelayanan Posyandu, mulai dari pendaftaran, pengukuran, pencatatan, pelayanan kesehatan oleh tenaga kesehatan, hingga penyuluhan. Pembekalan ini membantu peserta memahami bagaimana kader dapat mendukung pelayanan dan menyampaikan informasi kesehatan kepada teman sebaya sesuai peran dan kapasitasnya.
Edukasi Kreatif agar Pesan Kesehatan Lebih Mudah Diterima
Setelah memahami permasalahan kesehatan remaja, peserta mendapatkan materi mengenai peran edukator dan konselor sebaya serta teknik edukasi menyenangkan berbasis Komunikasi Antarpribadi (KAP). Materi ini difasilitasi oleh dr. Imam Maulana.
Pendekatan KAP menekankan pentingnya membangun kedekatan, memahami karakteristik audiens, dan menyampaikan pesan secara komunikatif. Praktik edukasi dikembangkan melalui permainan edukatif, nyanyian, storytelling, dan metode partisipatif lainnya agar materi lebih menarik serta mudah dipahami remaja.
Peserta juga memperoleh materi Interpretasi Status Gizi dan Edukasi Sederhana, serta pembekalan mengenai pencegahan diabetes melalui pemahaman Informasi Nilai Gizi pada kemasan pangan. Kedua materi tersebut disampaikan oleh Ns. Nufus Diana Putri, S.Kep.
Untuk menguatkan keterampilan praktis, peserta mengikuti simulasi edukasi selama lima menit per orang. Mereka berlatih menyampaikan pesan kesehatan secara singkat dan terstruktur, dengan tema yang mencakup pencegahan perundungan, kanker serviks, dan penangkalan hoaks. Melalui praktik ini, peserta berkesempatan melatih kepercayaan diri, keterampilan berbicara di depan audiens, dan penerapan prinsip komunikasi antarpribadi.
Libatkan Remaja dalam Pelayanan Posyandu
Pelatihan ini sejalan dengan prinsip Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) dari Kementerian Kesehatan RI, yang mendorong pelayanan kesehatan yang memperhatikan kebutuhan remaja dan membuka ruang bagi keterlibatan mereka.
Para kader yang telah mendapatkan pembekalan direncanakan ikut serta dalam kegiatan pelayanan Posyandu bersama kader Posyandu dan bidan desa. Keterlibatan tersebut menjadi kesempatan bagi remaja untuk menerapkan keterampilan yang dipelajari sekaligus berkontribusi dalam penyampaian edukasi kesehatan di lingkungan masyarakat.
Dengan pendampingan kader Posyandu dan tenaga kesehatan, para kader remaja diharapkan dapat mengambil peran sesuai kapasitasnya, khususnya dalam membantu menyampaikan informasi kesehatan yang relevan kepada teman sebaya.
GSM Meunasah Lhok, Wadah Kolaborasi Kader Remaja
Dalam sesi penyusunan struktur organisasi dan rencana aksi, para peserta menyepakati nama (Gerakan Sehat Muda) GSM Meunasah Lhok sebagai komunitas kader edukator kesehatan remaja. Mereka juga memilih Tajjul Fudzari, siswa kelas XII IPA 4 MAN 1 Pidie Jaya, sebagai ketua komunitas.
Tajjul berharap GSM Meunasah Lhok menjadi ruang bagi para kader untuk terus belajar dan mengembangkan kegiatan edukasi kesehatan.
“Kami berharap GSM Meunasah Lhok menjadi wadah bagi kami untuk belajar, bekerja sama, dan berbagi informasi kesehatan kepada teman-teman sebaya. Kami juga ingin ikut berkontribusi dalam kegiatan Posyandu bersama kader dan bidan desa, sehingga ilmu yang kami dapatkan bisa bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Tajjul.
Pembentukan komunitas ini menjadi langkah awal untuk melanjutkan proses pembelajaran setelah pelatihan. Melalui struktur organisasi dan rencana aksi, para kader didorong mengembangkan kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan remaja dan lingkungan mereka.
Bagi LKC DD Aceh, penguatan kader edukator merupakan bagian dari upaya pemulihan berbasis masyarakat. Melalui pendampingan, kolaborasi dengan tenaga kesehatan, serta pelibatan kader Posyandu dan remaja, program ini diharapkan mendukung keberlanjutan layanan kesehatan sekaligus memperluas partisipasi remaja dalam menjaga kesehatan di Gampong Meunasah Lhok, Kabupaten Pidie Jaya.
*Penulis, Imam Maulana (PIC Recovery Kebencanaan LKC DD Aceh)*
