BREAKING NEWS

Banjir Aceh Mulai Mereda, Proses Pemulihan Terus Berjalan


Oleh : Haikal Al Fadri Tanjung, Mahasiawa KPI USM Banda Aceh.

OPINI, Wartapembaruan.co.id - Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh perlahan mulai mereda. Air yang sebelumnya merendam permukiman warga, fasilitas umum, dan lahan pertanian kini berangsur surut. Aktivitas masyarakat mulai kembali berjalan, meski belum sepenuhnya normal.

Namun, surutnya air bukan berarti persoalan selesai. Pada fase inilah proses pemulihan yang sesungguhnya dimulai.

Sebagian warga telah kembali ke rumah masing-masing.

 Sementara itu, warga lainnya masih bertahan di hunian sementara.

 Kerusakan rumah, hilangnya harta benda, keterbatasan air bersih, serta persoalan sanitasi masih menjadi tantangan utama.

Bagi masyarakat terdampak, banjir tidak hanya meninggalkan kerugian materi, tetapi juga trauma psikologis, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan.

Di tengah situasi tersebut, kehadiran mahasiswa yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di daerah terdampak banjir menjadi angin segar bagi proses pemulihan.

Mahasiswa tidak hanya hadir sebagai pelengkap program formal, tetapi juga sebagai mitra sosial yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.

Melalui kegiatan edukasi, pendampingan, pembersihan lingkungan, hingga trauma healing, mahasiswa turut berkontribusi dalam memulihkan kondisi sosial warga pascabencana.

Peran mahasiswa KKN menjadi penting karena mampu menjembatani pendekatan akademik dengan kebutuhan nyata di lapangan. 

Program sederhana seperti pendampingan belajar anak, kampanye hidup bersih pascabanjir, serta penguatan kesadaran lingkungan memberi dampak positif bagi masyarakat.

Kehadiran mahasiswa juga memberi energi baru dalam membangkitkan semangat gotong royong yang sempat melemah akibat bencana.

Meski demikian, upaya pemulihan tidak dapat dibebankan hanya kepada relawan dan mahasiswa.

 Pemerintah tetap memegang peran utama dalam memastikan proses rehabilitasi berjalan secara berkelanjutan.

Bantuan darurat perlu diikuti dengan perbaikan infrastruktur, pemulihan ekonomi warga, serta kebijakan lingkungan yang lebih serius guna mencegah banjir berulang.

Banjir yang kerap terjadi di Aceh seharusnya menjadi bahan refleksi bersama. 

Faktor alam memang tidak dapat dihindari, tetapi kerusakan lingkungan, alih fungsi lahan, serta lemahnya pengelolaan daerah aliran sungai memperbesar risiko bencana.

Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dan mahasiswa menjadi kunci, tidak hanya dalam pemulihan, tetapi juga pencegahan jangka panjang.

Banjir Aceh memang mulai mereda, namun proses pemulihan masih panjang. Kehadiran mahasiswa KKN menunjukkan bahwa pemulihan tidak hanya soal membangun kembali fisik yang rusak, tetapi juga memulihkan harapan dan solidaritas sosial.

Dengan kolaborasi yang terus terjaga, Aceh memiliki peluang untuk bangkit lebih kuat dan lebih siap menghadapi tantangan ke depan.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image