Mahasiswa USK Edukasi Personal Hygiene di SD Negeri 6 Meureudu
Pidie Jaya, Wartapembaruan.co.id — Sebanyak 50 mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) melaksanakan lanjutan kegiatan Program Mahasiswa Berdampak melalui edukasi kesehatan tentang personal hygiene bagi siswa Sekolah Dasar Negeri 6 Meureudu, Desa Manyang Cut, Kabupaten Pidie Jaya, Jumat (6/2/2026).
Para mahasiswa tersebut berasal dari berbagai disiplin ilmu, yakni 33 mahasiswa Keperawatan, 4 mahasiswa Psikologi, 9 mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), serta 4 mahasiswa Fakultas Pertanian. Kegiatan edukasi ini menyasar siswa kelas I, II, dan III sebagai upaya menanamkan kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak dini.
Edukasi personal hygiene yang dilaksanakan bersifat promotif dan preventif, mengingat anak usia sekolah dasar rentan terhadap berbagai penyakit, seperti penyakit kulit, diare, dan infeksi saluran pernapasan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap dapat membentuk kebiasaan positif pada siswa dalam menjaga kebersihan diri guna meningkatkan derajat kesehatan.
Kegiatan berlangsung sejak pukul 09.00 WIB hingga 11.30 WIB dan mendapat sambutan antusias dari Kepala Sekolah SD Negeri 6 Meureudu, dewan guru, serta seluruh murid. Antusiasme siswa terlihat sejak penyambutan di halaman sekolah hingga pelaksanaan edukasi di dalam kelas.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa dibagi ke dalam tiga kelompok untuk memberikan edukasi di kelas yang berbeda. Materi yang disampaikan mencakup empat topik utama, yaitu hand hygiene (kebersihan tangan), foot hygiene (kebersihan kaki), oral hygiene (kebersihan mulut), serta immunity (imunitas tubuh).
Penyampaian materi dilakukan secara interaktif dengan memanfaatkan media digital berupa video edukatif, permainan mini (fun mini games), serta demonstrasi langsung. Salah satu kegiatan yang menarik perhatian siswa adalah praktik cuci tangan yang baik dan benar yang diiringi lagu urutan langkah mencuci tangan, sehingga memudahkan siswa untuk mengingat dan mempraktikkannya.
Kegiatan edukasi ditutup dengan sesi kuis untuk mengukur pemahaman siswa sekaligus menumbuhkan semangat belajar. Melalui metode pembelajaran yang komunikatif dan menyenangkan ini, para mahasiswa berharap siswa tidak hanya memahami pentingnya personal hygiene, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.

