Seminar Nasional HPN 2026: Membangun Infrastruktur Pelabuhan Ciwandan Go Internasional untuk Banten
SERANG, Wartapembaruan.co.id - Masyarakat Banten pada Seminar Nasional HPN 2026 mendukung Pembangunan Infrastruktur, Transportasi dan Pembangunan Pelabuhan Ciwandan untuk meningkatkan ekonomi Provinsi Banten menjadi topik menarik.
Seminar bejudul "Pembangunan Infrastruktur, Transfortasi dan Pelabuhan Ciwanda untuk Meningkatkan Ekonomi Nasional dan Masyarakat Banten" ini mengkaji pembangunan dari berbagai inovasi dari sisi infrastruktur,transportasi dan Pelabuhan Ciwandan, yang digelar di Serang, Banten (7/2/26).
Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya kemudian dibuka Wakil Gubernur Banten, Dr.H. Achmad Dimyati Natakusumah SH, MH, MSi dilanjutkan laporan Ketua Panitia Hari Pers Nasional (HPN) 2026 Zulmasyah Sekedang yang juga Sekjen PWI Pusat. Acara dilanjutkan dua sesi seminar masing- masing menampilkan empat narasumber dengan moderator M. Arifin Mukeandar.
Pada sesi pertama menampilkan narasumber sebagai berikut:
• Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembanguan Wilayah, Agraria, dan tata ruang Kemenko Infrastruktur, Nazib Faisal, ST, MSc dengan topik “Rencana strategis pembangunan infrastruktur secara nasional, pembangunan infrastruktur khusus Provinsi Banten, lebih khusus pembangunan infrastruktur di wilayah sekitar pelabuhan Ciwandan”.
• Kementerian Pekerjaan Umum, Dirjen Bina Marga Dr. Ir. Roy Rizali Anwar, ST, MT topik: "Mewujudkan kembali Pelabuhan Ciwandan sebagai pelabuhan internasional untuk meningkatkan ekonomi nasional dan ekonomi lokal Banten."
• Kementerian Perhubungan, Direktur Kepelabuhanan Dr.Muhammad Anto Julianto, SE, MSi Pelaksanaan penyusunan kebijakan teknis dan rekomendasi strategi program keterpaduan infrastruktur pekerjaan umum berdasarkan pendekatan pengembangan wilayah khususnya di Pelabuhan Ciwandan, Banten .
• PT.Pelindo (persero), Eksekutif Direktur Regional 2 Pelindo 2, Budi Prasetyo dengan topik :Transformasi dalam pengembangan pelabuhan di Indonesia dan khususnya di Pelabuhan Ciwandan.
Sesi kedua narasumber dari wilayah terdiri dari:
• Kadispenda Banten Rd Berly Rizki Natakusuma: Manfaat strategis dan konkret untuk Provinsi Banten dengan dibukanya Pelabuhan Ciwandan sebagai pelabuhan internasional.
• GM Pelindo Benni Ariadi Pelabuhan Banten :Inovasi pengembangan Pelabuhan Ciwandan untuk kemanfaatan masyarakat Banten.
• Kadin Banten S Agus R Wisas: Strategi meningkatkan ekonomi masyarakat di wilayah keberadaan pelabuhan melalui pengembangan pelabuhan dan transportasi.
• APTRINDO Banten APTRINDO Banten, Dede Rohana,Meningkatan arus Logistik di Pelabuhan Ciwandan: Tantangan dan Peluang.
Kritik dan Masukan Media
Wakil Gubernur Banten, Dr. H. Achmad Dimyati Natakusumah, SH, MH, MSi menegaskan jurnalis memiliki posisi strategis sebagai pilar kontrol sosial yang berpengaruh terhadap jalannya pemerintahan dan pembangunan.Wagub Dimyati menegaskan bahwa kritik dan masukan dari media massa selalu dia tempatkan sebagai informasi dan aspirasi yang konstruktif.
“Saya kerap menerima tautan berita terkait jalan atau jembatan rusak dari rekan-rekan media. Setelah diverifikasi dan terbukti benar, saat itu juga saya instruksikan dinas terkait untuk segera melakukan perbaikan,” ujar Dimyati.
Melalui forum seminar ini, ia berharap para jurnalis dapat menyampaikan masukan yang komprehensif sehingga program-program pembangunan pemerintah diharapkan berjalan tepat sasaran dan tepat guna.Dimyati juga memaparkan kondisi fiskal Provinsi Banten yang dinilainya relatif mandiri dibandingkan daerah lain.
“Kemandirian fiskal kita cukup tinggi. Dukungan dana transfer dari pemerintah pusat hanya berkisar 20 persen, sementara 80 persen sisanya bersumber dari PAD (Pendapatan Asli Daerah),” jelasnya.
Pembiayaan pembangunan berada di kisaran Rp10 triliun, namun sebagian besar anggaran tersebut masih ditopang oleh kekuatan PAD Banten.Usulan DaerahSementara itu, Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Zulmansyah Sekedang, menjelaskan bahwa seminar ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan HPN 2026 yang dipusatkan di Provinsi Banten.
Selain isu infrastruktur, rangkaian seminar HPN 2026 juga membahas topik lain, seperti pariwisata olahraga atau sport tourism serta Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
“Seluruh tema seminar merupakan usulan dari daerah. Harapannya, daerah mendapatkan dorongan dan perspektif baru dalam pembangunan demi terwujudnya peningkatan perekonomian masyarakat,” tutur Zulmansyah.
Ia berharap seminar ini membawa manfaat positif bagi pembangunan wilayah Banten serta perekonomian masyarakat setempat. Ia juga menekankan, HPN 2026 ini bukan cuma seremonial saja melainkan mengangkat citra positif dan mempromosikan Banten.
Dukung Pelabuhan Ciwandan Go Internasional
Aptrindo mendukung Pelabuhan Pelindo (Persero) Regional II Banten agar bisa go internasional. Namun organisasi ini menyoroti sejumlah persoalan yang harus diselesaikan bersama semua pihak yang ada di Peovinsi Banten maupun pemerintah pusat.
Hal ini ditegaskan oleh Ketua Aptrindo Provinsi Banten, Dede Rohana Putra yang menjadi salah satu narasumber. Ia menyoroti selain soal jalan yang rusak, juga soal truk Over Dimension Overload (ODOL). Kedua persoalan ini harus diselesaikan bersama dalam rangka mewujudkan Pelabuhan Pelindo Go Internasional.
“Support Aptrindo soal pembangunan atau pengembangan Pelindo terkait operasional di Ciwandan. Perlu saya sampaikan, bahwa kita mensupport yang selama ini sudah bersinergi,” kata Dede.
Usulkan Peningkatan Kelas
Sementara itu Direktur Kepelabuhanan Muhammad Anto Julianto, saat tampil menjadi Narsum pada Seminar ini HPN 2026 ini membuka ruang, bila Pelindo ingin menaikan kelas Pelabuhan Ciwandan sebagai Pelabuhan utama menjadi Pelabuhan Internasional silahkan mengajukan atau membuat usulan ke Kemenhub.
Anto memaparkan dasar pembangunan dan pengembangan Pelabuhan berdasarkan pasal 79PP tentang Kepelabuhanan, memuat kebijakan Pelabuhan nasional dan Rencana lokasi & hierarki Pelabuhan sebagai pedomam penetapan lokasi pembangunan pengoperasian, pengembangan Pelabuhan dan penyusupan RIP sebagai kebijakan pengembangan Pelabuhan nasional untuk jangka panjang.
RIPN dengan prasyarat : RTWR nasional Provinsi, Kab Kota; Potensi perkembangan sos-ek wilayah; potensi sumber daya alam dan perkembangan lingkungan strategis baik nasional maupun internasional. Jangka waktu ditetapkan 20 tahun. Dapat ditinjau 1 kali dalam 5 tahuan. Dapat ditinjau lebih dalam dari 1 kali dalam 5 tahun. Jika terjadi perubahan kondisi lingkungan strategis.
Rencana Induk Pelabuhan Nasional (RIPN) berdasarkan KP 432 Tahun 2017 J.O KP 217 Tahun 20 22, Kebijakan Pelabuhan Nasional diarahkan dalam upaya: Mendorong investasi swasta; Mendorong persaingan sehat; Pemberdayaan peran nya in penyelenggaraaan Pelabuhan; Menciptakan kerangka kerja hukum dan Peraturan yang tepat dan fleksibel; Terwujud Integrasi perencanaan, Mewujudkan Sistema operasi Pelabuhan yang aman terjamin dan optimal; Meningkatkan perlindungan lingkungan maritim dan mengembangkan sumber daya manusia.
Anto menjelaskan Pelabuhan harus terintgras berkaitan perencanaan areal darat; Perencanaan areal perairan; Potensi Hinterland; Koneksitas wilayah dan kebijakan strategis dan kebijakan pengembangan wilayah.
Pelabuhan di Provinsi Banten Berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 432 Tahun 2017tentang Rencana Induk Pelabuhan Nasional sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM217 Tahun 2022 tentang Perubahan Ketiga Atas Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 432 Tahun 2017 Tentang Rencana Induk PelabuhanNasional, Pelabuhan Banten ditetapkan hierarkinya sebagai Pelabuhan Utama.
Anto mendorong peningkatan kelas Pelabuhan Ciwandan dan menyarankan Pelindo membuat pengajuan, Hal itu disampaikan melaui Eksekutif Direktur Regional 2 Pelindo 2, Budi Prasetyoyang juga berbicara di seminar tentang Transformasi dalam pengembangan pelabuhan di Indonesia khususnya di Pelabuhan Ciwandan.
Simpul Logistik Untuk Masyarakat Pelabuhan Ciwandan sebagai simpul logistik strategis tidak hanya menopang aktivitas industri, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Banten dan kepentingan nasional. Komitmen tersebut disampaikan oleh General Manager Pelindo Regional 2 Banten, Benny Ariadi.Menurut Benny, pengembangan pelabuhan tidak semata diukur dari aktivitas bongkar muat, tetapi dari sejauh mana kehadirannya mampu mendorong pertumbuhan wilayah sekitar.
“Pelabuhan Ciwandan kami posisikan sebagai bagian dari ekosistem pembangunan Banten. Kehadirannya harus memberi nilai tambah, baik bagi dunia usaha, masyarakat lokal, maupun sistem logistik nasional,” ujar Benny.
Pelindo Regional 2 Banten juga mengembangkan sejumlah inovasi operasional dan perencanaan infrastruktur, termasuk rencana pengembangan kawasan Terminal Bojonegara, yang diarahkan untuk memperkuat peran pelabuhan sebagai pengungkit ekonomi daerah.
Langkah ini diharapkan mampu menciptakan efek berganda melalui tumbuhnya aktivitas usaha pendukung, peningkatan serapan tenaga kerja, serta perbaikan rantai pasok di wilayah Banten dan sekitarnya.
Selain aspek ekonomi, Pelindo juga menekankan pendekatan humanis dalam pengelolaan pelabuhan. Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), perusahaan secara konsisten hadir mendampingi masyarakat, baik melalui bantuan sosial, dukungan penanganan kebencanaan, maupun program pemberdayaan yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal.
“Kami menyadari bahwa pelabuhan adalah ruang hidup yang berdampingan langsung dengan masyarakat. Karena itu, keberlanjutan sosial menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari strategi pengembangan kami,” tambahnya.
Menutup pemaparannya, Benny mengapresiasi peran insan pers sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi pembangunan infrastruktur kepada publik secara objektif dan berimbang. Menurutnya, kehadiran media sangat penting dalam membangun pemahaman masyarakat terhadap arah kebijakan dan transformasi yang dilakukan Pelindo.

