Jadi Menteri LH, MJH Janji Tak akan Tinggalkan Idealisme sebagai Pimpinan Buruh
Jakarta, Wartapembaruan.co.id - Pelantikan Ketua Umum KSPSI Mohammad Jumhur Hidayat (MJH) sebagai Menteri Lingkungan Hidup di Kabinet Merah Putih merupakan suatu kehormatan bagi buruh Indonesia.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea mengatakan dilantiknya Ketua Umum KSPSI Mohammad Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup di Kabinet Merah Putih merupakan suatu kehormatan bagi buruh.
“Saya sudah mengetahui bahwa akan ada tokoh buruh masuk kabinet, dan kami anggap ini adalah kehormatan untuk seluruh gerakan buruh Indonesia,” kata Andi di Jakarta, Senin (27/4/2026).
Andi juga menyampaikan pesan kepada Jumhur agar tidak meninggalkan idealisme dan ideologi perjuangan buruh seusai dilantik menjadi menteri.
"Bung Jumhur menyampaikan ke saya, pasti beliau tidak akan pernah meninggalkan idealisme sebagai pimpinan buruh," ucapnya.
Diketahui, Jumhur Hidayat baru saja dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Lingkungan Hidup di Kabinet Merah Putih, menggantikan Hanif Faisol Nurofiq.
M. Jumhur Hidayat (MJH) lahir di Bandung, 18 Februari 1968. Ia merupakan putra dari pasangan Mohammad Sobari Sumartadinata dan Ati Amiati. Sang ayah merupakan seorang pejabat di Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo).
Pada tahun 2007 Jumhur menikah dengan Finalis Puteri Indonesia 2001, Alia Febyani Prabandari. Dari pernikahan tersebut, Jumhur dan Alia dikarunia empat orang anak yang bernama Moqtav, Naeva, Ezga, dan Vaniaz.
Jumhur pernah bersekolah di SD Menteng Pulo Pagi Jakarta Selatan sebelum akhirnya pindah ke SD Menteng 02 Pagi Jakarta Pusat. Selanjutnya, Jamhur melanjutkan pendidikan dengan bersekolah di SMPN 1 Jakarta Pusat dan pindah ke SMPN 1 Denpasar.
Kemudian, Jumhur melanjutkan pendidikannya di SMAN 1 Denpasar. Namun, Jumhur pindah ke SMAN 3 Bandung.
Di bangku perkuliahan, Jumhur menempuh di Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan mengambil jurusan Teknik Fisika. Jumhur keluar dari ITB dan melanjutkan kuliahnya di Universitas Nasional Jakarta.
Jumhur yang lebih dikenal sebagai aktivis kerap menyuarakan persoalan dari elemen buruh. Ia sudah aktif menjadi aktivis sejak berstatus sebagai mahasiswa.
Jumhur pernah aktif di Center for Information and Development Studies (CIDES) pada awal 1993. Jumhur juga pernah mendirikan Yayasan Kesejahteraan Pekerja Indonesia (YKPI) dan Gabungan Serikat Pekerja Merdeka Indonesia (Gaspermindo). Kedua yayasan tersebut bergerak di bidang pemberdayaan buruh/pekerja.
Bahkan, Jumhur pernah terlibat dalam beberapa organisasi buruh lain seperti Gabungan Persatuan Sopir Indonesia (Gapersi) dan Asosiasi Pedagang Grosir Keliling Indonesia.
Kiprahnya di dunia aktivis, Jumhur dipercaya menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI) pada 2007. (Azwar)
