Harga Minyak Ilegal Tembus Rp3 Juta per Drum, SPBU di Sumsel–Jambi Diserbu Mafia Solar Subsidi Negara Bisa Bangkrut


Sumsel, Wartapembaruan.co.id
— Usai penertiban sejumlah aktivitas refinery ilegal di wilayah Sumatera Selatan beberapa waktu lalu, harga minyak ilegal di pasar gelap melonjak tajam hingga mencapai Rp3 juta per drum. Kenaikan fantastis ini diduga memicu gelombang perburuan BBM subsidi di berbagai SPBU di Sumsel dan Jambi oleh para mafia minyak.

Di tingkat “masakan” atau lokasi refinery ilegal, satu drum berisi sekitar 215 liter minyak kini dihargai Rp3.000.000. Jika dihitung, harga per liter minyak ilegal tersebut mencapai sekitar Rp14 ribu per liter. Angka ini jauh di atas harga resmi Bio Solar subsidi yang hanya Rp6.800 per liter.

Selisih keuntungan yang sangat besar inilah yang diduga membuat praktik pelangsiran BBM subsidi semakin brutal dan terang-terangan.

Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah SPBU mulai dipadati antrean kendaraan pelansir. Salah satu yang menjadi sorotan berada di Simpang C2, SPBU milik Lusi di Desa Seri Gunung, Kecamatan Sungai Lilin, Sumatera Selatan.


Di lokasi tersebut, antrean kendaraan diduga pelansir tampak mengular. Ironisnya, aktivitas bongkar muat BBM hasil lansiran disebut berlangsung tanpa rasa takut. BBM subsidi yang dibeli dari SPBU dipindahkan dari tangki kendaraan ke jeriken-jeriken untuk kemudian dijual kembali ke jaringan penadah dan penambang ilegal demi meraup keuntungan besar.

Praktik ini memunculkan dugaan kuat adanya permainan terorganisir yang melibatkan jaringan mafia BBM subsidi. Sebab, sulit dipercaya aktivitas pelangsiran dalam jumlah besar bisa berlangsung terus-menerus seperti adanya pembiaran.

Masyarakat pun mulai mempertanyakan ketegasan aparat penegak hukum dan pengawasan dari pihak terkait terhadap SPBU-SPBU yang diduga menjadi titik permainan solar subsidi. Jika dibiarkan, kondisi ini tidak hanya merugikan negara dari sisi subsidi, tetapi juga membuat masyarakat kecil dan sopir angkutan kesulitan mendapatkan BBM.

Di tengah gencarnya pemerintah memberantas tambang dan refinery ilegal, praktik “kencingan” dan penjarahan solar subsidi justru disebut semakin menggila. Mafia migas diduga kini mengalihkan pasokan dengan menguras BBM subsidi dari SPBU demi memenuhi kebutuhan pasar gelap yang harganya terus melambung.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Harga Minyak Ilegal Tembus Rp3 Juta per Drum, SPBU di Sumsel–Jambi Diserbu Mafia Solar Subsidi Negara Bisa Bangkrut
  • Harga Minyak Ilegal Tembus Rp3 Juta per Drum, SPBU di Sumsel–Jambi Diserbu Mafia Solar Subsidi Negara Bisa Bangkrut
  • Harga Minyak Ilegal Tembus Rp3 Juta per Drum, SPBU di Sumsel–Jambi Diserbu Mafia Solar Subsidi Negara Bisa Bangkrut
  • Harga Minyak Ilegal Tembus Rp3 Juta per Drum, SPBU di Sumsel–Jambi Diserbu Mafia Solar Subsidi Negara Bisa Bangkrut
  • Harga Minyak Ilegal Tembus Rp3 Juta per Drum, SPBU di Sumsel–Jambi Diserbu Mafia Solar Subsidi Negara Bisa Bangkrut
  • Harga Minyak Ilegal Tembus Rp3 Juta per Drum, SPBU di Sumsel–Jambi Diserbu Mafia Solar Subsidi Negara Bisa Bangkrut