GEN-A Ajak Remaja Ulee Lheue Belajar Bahaya Rokok Melalui Permainan EKSIS
BANDA ACEH,Wartapembaruan.co.id – Di tengah tingginya paparan rokok pada anak dan remaja, Generasi Edukasi Nanggroe Aceh (GEN-A) memanfaatkan permainan tradisional EKSIS (Engklek Edukasi Sehat dan Islami) sebagai media edukasi anti-rokok bagi remaja di Posyandu Kemuning, Gampong Ulee Lheue, Banda Aceh, Senin (15/6/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan melalui kolaborasi antara GEN-A, Puskesmas Meuraxa, dan kader Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) tersebut diikuti oleh 15 peserta berusia 10–16 tahun dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama. Selain memperoleh layanan pemantauan kesehatan rutin, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai bahaya rokok dan pentingnya menerapkan gaya hidup sehat sejak dini.
Materi edukasi disampaikan oleh Khaira Aulia Yusra, S.Ked dan Ns. Rifa' Nadhifatusysyarfi, S.Kep. Dalam sesi tersebut, peserta diperkenalkan pada berbagai dampak rokok terhadap kesehatan, mulai dari gangguan pernapasan, penyakit jantung, hingga risiko ketergantungan akibat kandungan zat adiktif di dalam rokok.
Peserta juga diajak mengenali berbagai bentuk tekanan sosial yang dapat mendorong remaja mulai merokok, sekaligus melatih keberanian untuk menolak ajakan merokok dari teman sebaya.
“
Anak-anak perlu memahami bahwa rokok tidak hanya membahayakan perokok, tetapi juga orang-orang di sekitarnya. Karena itu, kemampuan untuk mengatakan tidak terhadap rokok perlu dibangun sejak usia dini,” ujar Rifa'.
Untuk memperkuat pemahaman peserta, materi edukasi kemudian dikemas kembali melalui permainan EKSIS yang difasilitasi oleh Amira Rizka Rozi dan M. Fathan Mubina. Melalui pendekatan bermain sambil belajar, peserta diajak menjawab pertanyaan, berdiskusi, serta merefleksikan pesan-pesan kesehatan yang telah dipelajari.
EKSIS merupakan media edukasi berbasis permainan tradisional yang dikembangkan oleh GEN-A sejak tahun 2025. Awalnya, permainan ini dirancang sebagai sarana edukasi kesehatan dan nilai-nilai Islami bagi anak. Dalam kegiatan kali ini, EKSIS digunakan dalam varian edukasi anti-rokok untuk membantu peserta memahami bahaya tembakau melalui metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan.
Para peserta tampak aktif mengikuti permainan, menjawab pertanyaan, serta berdiskusi bersama fasilitator dan teman sebaya. Salah seorang peserta mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut karena materi disampaikan dengan cara yang mudah dipahami.
“Permainannya seru dan membuat kami lebih paham tentang bahaya rokok. Jadi belajar kesehatan terasa lebih menyenangkan,” ujarnya.
Kepala Puskesmas Meuraxa, Cut Eka Zuliyanti, S.Tr.Keb, mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan bersama GEN-A dan kader Posyandu ILP dalam memberikan edukasi kesehatan bagi remaja.
“Upaya pencegahan perilaku merokok perlu dimulai sejak usia dini. Pendekatan yang kreatif dan sesuai dengan dunia anak serta remaja seperti ini sangat membantu dalam menyampaikan pesan kesehatan dengan lebih efektif. Kami berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan untuk mendukung terbentuknya generasi yang sehat dan produktif,” ujarnya.
Perwakilan GEN-A, Amira Rizka Rozi, mengatakan bahwa pendekatan permainan dipilih agar pesan kesehatan lebih mudah diterima oleh anak dan remaja.
“Anak-anak belajar lebih efektif ketika mereka terlibat secara aktif. Melalui permainan, mereka tidak hanya menerima informasi, tetapi juga berinteraksi, berdiskusi, dan memahami alasan mengapa mereka perlu menjauhi rokok,” ujarnya.
Direktur Eksekutif GEN-A, dr. Imam Maulana, menjelaskan bahwa permainan edukatif seperti EKSIS tidak hanya bermanfaat untuk menyampaikan pesan kesehatan, tetapi juga mendukung perkembangan anak secara menyeluruh.
“Permainan tradisional yang dikombinasikan dengan pesan edukasi dapat membantu melatih kemampuan kognitif, motorik, komunikasi, dan kerja sama anak. Karena itu, kami terus mengembangkan EKSIS sebagai media pembelajaran yang menyenangkan sekaligus bermakna,” ujarnya.
Ia berharap EKSIS dapat direplikasi dan dimanfaatkan sebagai media permainan sekaligus pembelajaran di sekolah, posyandu, maupun komunitas anak dan remaja lainnya.
Melalui pendekatan bermain sambil belajar, GEN-A berharap pesan pencegahan rokok dapat diterima lebih mudah oleh anak dan remaja serta mendorong terbentuknya lingkungan yang lebih sehat, aktif, dan ramah anak.
Penulis,
Tim Publikasi dan Pemberitaan GEN-A

