Lampung Genjot Kawasan Industri Demi Ketahanan Energi
Bandar Lampung, wartapembaruan.co.id.- Pemprov Lampung mengambil langkah strategis guna menggenjot pertumbuhan ekonomi serta memperkuat kemandirian energi Tanah Air melalui percepatan pembangunan sentra manufaktur terpadu. Fokus utama diarahkan pada pematangan infrastruktur wilayah serta optimalisasi penanaman modal berskala besar.
Langkah taktis tersebut dibahas secara mendalam dalam Rapat Koordinasi Pengembangan Kawasan Industri yang berlangsung di Ruang Pepadun Kantor Gubernur pada Jumat (16/10/2026). Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, menekankan bahwa efektivitas realisasi proyek ini sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor yang solid dan terintegrasi penuh.
Seluruh jajaran tim percepatan diinstruksikan agar mengawal setiap tahapan secara cermat, mulai dari pemenuhan administrasi regulasi, sinkronisasi bersama pemerintah pusat, hingga pendekatan strategis kepada calon penanam modal. Guna memaksimalkan daya tarik wilayah, Pemprov Lampung mengandalkan ajang *Lampung Forum Investment* (FOILA) sebagai medium utama untuk menjaring *anchor investor* atau pemodal inti.
Dari sisi perencanaan pembangunan, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Lampung, Mulyadi Irsan, memaparkan bahwa agenda penanaman modal ini dirancang untuk mengakselerasi hilirisasi produk lokal sekaligus memperluas lapangan kerja baru. Sejumlah proyek besar, seperti kawasan industri Mayapada dan PISEL, diproyeksikan segera memasuki babak *groundbreaking* pada penghujung tahun ini, tepatnya Desember 2026.
Sementara itu, proyek pembangunan di Kawasan Industri Katibung kini telah menapaki babak baru berkat adanya kesepakatan awal lewat MoU bersama PT Minamas. Wilayah tersebut dipersiapkan secara khusus untuk menopang sektor hilir oleokimia, fasilitas pengolahan minyak mentah (*refinery*), serta penyediaan terminal khusus logistik guna menjawab tantangan dinamika rantai pasok global.
Guna memastikan kelayakan proyek jangka panjang tersebut, penyelesaian studi kelayakan (*feasibility study*) ditargetkan rampung sebelum bulan Desember tiba. Kajian komprehensif ini mencakup aspek teknis, sosio-ekonomis, hingga analisis lingkungan agar selaras dengan Rencana Pembangunan Industri Provinsi (RPIP).
Melalui sinergi yang terjalin antara pemerintah daerah, kabupaten/kota, serta para mitra strategis, Lampung optimistis mampu bertransformasi menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi regional sekaligus pilar utama dalam mewujudkan ketahanan dan kemandirian energi nasional.(***)
