Majemuknya Lebak, Peran Media Siber Bertanggung Jawab Jadi Penjaga Persatuan Bangsa


LEBAK, Wartapembaruan.co.id
— Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober menjadi momentum penting untuk memperkokoh persatuan bangsa lewat pengelolaan informasi yang bertanggung jawab di ruang digital. Hal ini ditegaskan pegiat sosial sekaligus penggiat digitalisasi media siber, Enggar Buchori, S.Pd., di Kabupaten Lebak, Kamis (1/10/2026).

 Enggar menegaskan bahwa saat ini ujian terhadap Pancasila tidak lagi terjadi di medan perang fisik, melainkan muncul setiap kali warga menerima, mengolah, hingga menyebarkan informasi di dunia maya. Di tengah kemajemukan masyarakat Lebak yang kaya keberagaman budaya dan keyakinan, peran media siber yang sehat dan kredibel menjadi sangat krusial sebagai jembatan persatuan, bukan alat perpecahan.

 "Pancasila tidak boleh hanya dihafal atau dibacakan saat upacara. Ia harus menjadi kompas etika saat kita mengetik, membagikan, maupun berpendapat di media sosial. Di sinilah letak kesaktiannya, ketika keberagaman tidak dijadikan bahan perpecahan, melainkan kekuatan pemersatu," ujarnya.

 Ia menjelaskan bahwa ancaman terhadap persatuan bangsa kini berubah wujud. Jika dulu muncul lewat pemberontakan yang ingin menggantikan dasar negara, kini tantangan hadir lewat berita bohong, ujaran kebencian, serta narasi yang memisahkan warga berdasarkan suku, agama, maupun pandangan politik.

 Lima sila Pancasila, menurut Enggar, menjadi pedoman lengkap etika bermedia: Sila pertama mengajarkan kejujuran, sila kedua mengutamakan perikemanusiaan dalam berkomunikasi, sila ketiga menjaga persatuan, sila keempat mengutamakan musyawarah, dan sila kelima menjamin keadilan akses informasi bagi semua warga.

"Ketika berita yang belum teruji menyebar lebih cepat daripada kebenaran, di situlah Pancasila sedang diuji," tegasnya.

 Penguatan media siber yang mandiri, kredibel, dan berpihak pada rakyat dinilai sebagai wujud nyata pengamalan Pancasila. Digitalisasi yang adil akan memastikan suara petani, guru, pemuda, hingga warga desa dapat didengar setara dengan kelompok lainnya.

 "Keadilan sosial tidak akan tercapai jika informasi hanya dikuasai segelintir pihak. Media siber yang sehat memastikan setiap warga berhak mengetahui kebenaran dan turut membangun daerahnya. Itulah pengamalan sila kelima yang sesungguhnya," tambahnya.

Enggar juga mengajak generasi muda tidak menjadikan Pancasila sekadar hafalan pelajaran sekolah. Langkah nyata yang diperlukan antara lain yakni, tidak menyebarkan berita yang belum diverifikasi, menghormati perbedaan pendapat, serta menjaga kesantunan berbahasa di ruang digital.

 "Kesaktian Pancasila tidak ditentukan oleh kekuatan senjata, melainkan kekuatan karakter bangsa. Jika setiap warga menjaga lisan dan jari, maka tidak ada kekuatan apa pun yang mampu memecah belah negeri ini," pungkasnya.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Majemuknya Lebak, Peran Media Siber Bertanggung Jawab Jadi Penjaga Persatuan Bangsa
  • Majemuknya Lebak, Peran Media Siber Bertanggung Jawab Jadi Penjaga Persatuan Bangsa
  • Majemuknya Lebak, Peran Media Siber Bertanggung Jawab Jadi Penjaga Persatuan Bangsa
  • Majemuknya Lebak, Peran Media Siber Bertanggung Jawab Jadi Penjaga Persatuan Bangsa
  • Majemuknya Lebak, Peran Media Siber Bertanggung Jawab Jadi Penjaga Persatuan Bangsa
  • Majemuknya Lebak, Peran Media Siber Bertanggung Jawab Jadi Penjaga Persatuan Bangsa