KB FKPPI PD V Jambi Nyatakan Dukungan Penuh, Titiek Soeharto Dinilai Layak Pimpin PP KB FKPPI
JAMBI, Wartapembaruan.co.id – Keluarga Besar Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (KB FKPPI) PD V Jambi menyatakan dukungan penuh kepada Ibu Titiek Soeharto untuk menjadi Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) KB FKPPI periode 2026–2031.
Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua KB FKPPI PD V Jambi, John Harles, didampingi Sekretaris Welli Nursyahdian. Keduanya menilai Titiek Soeharto merupakan figur nasional yang memiliki kapasitas dan dapat diterima oleh keluarga besar FKPPI di seluruh Indonesia.
Ketua KB FKPPI PD V Jambi, John Harles, menjelaskan bahwa FKPPI saat ini menghadapi sejumlah tantangan kelembagaan, terutama terkait hubungan emosional, historis, dan kekeluargaan dengan Dewan Pembina yang berasal dari unsur TNI dan Polri.
Menurutnya, ikatan antara FKPPI dan TNI-Polri merupakan bagian penting dari sejarah serta identitas organisasi yang harus terus dijaga dan diperkuat.
"FKPPI lahir dari keluarga besar purnawirawan dan TNI-Polri aktif. Karena itu, hubungan emosional, historis, dan kekeluargaan dengan Dewan Pembina merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari identitas organisasi," ujar John Harles.
Ia mengungkapkan, dalam dinamika organisasi saat ini, sejumlah pengurus di daerah, mulai dari Pengurus Daerah (PD), Pengurus Cabang (PC), hingga Pengurus Rayon (PR), merasakan perlunya penguatan komunikasi dan perhatian pembinaan dari Dewan Pembina di masing-masing wilayah.
Kondisi tersebut, menurutnya, dapat membuat sebagian pengurus di daerah merasa belum mendapatkan pendampingan dan arahan kelembagaan secara optimal.
Oleh karena itu, diperlukan langkah strategis untuk memperkuat kembali hubungan organisasi dengan Dewan Pembina, sehingga FKPPI dapat menjalankan peran dan pengabdiannya secara lebih maksimal di tengah masyarakat.
Sementara itu, Sekretaris KB FKPPI PD V Jambi, Welli Nursyahdian, menambahkan bahwa melemahnya komunikasi dan pembinaan dapat berdampak terhadap identitas kader maupun pelaksanaan kegiatan organisasi di daerah.
"Ketika komunikasi dan pembinaan tidak berjalan optimal, dampaknya bisa dirasakan oleh kader di daerah. Mulai dari kehilangan arah pembinaan organisasi hingga munculnya hambatan koordinasi dalam melaksanakan kegiatan sosial, kemasyarakatan, pengabdian, dan bela negara," jelas Welli.
Ia menilai, kepemimpinan PP KB FKPPI periode 2026–2031 mendatang harus mampu menghadirkan solusi melalui penguatan kembali peran, fungsi, dan posisi organisasi di hadapan Dewan Pembina.
Menurut Welli, pembenahan tersebut perlu dilakukan secara terstruktur melalui kebijakan dari tingkat pusat yang kemudian diimplementasikan hingga ke tingkat daerah, cabang, dan rayon.
"Reformulasi peran dan fungsi FKPPI harus dimulai dari tingkat pusat atau secara top-down. Dengan demikian, kebijakan dan penguatan kelembagaan dapat berjalan selaras sampai ke tingkat daerah, cabang, dan rayon," tambahnya.
Atas dasar berbagai pertimbangan tersebut, John Harles dan Welli Nursyahdian memandang Titiek Soeharto sebagai figur yang tepat untuk memimpin PP KB FKPPI periode 2026–2031.
Mereka berharap kepemimpinan mendatang mampu memperkuat soliditas organisasi, membangun kembali kedekatan dengan Dewan Pembina TNI-Polri, serta meningkatkan peran FKPPI dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Dukungan KB FKPPI PD V Jambi ini diharapkan menjadi bagian dari semangat bersama untuk membawa organisasi semakin solid, kuat, dan berkontribusi nyata bagi bangsa dan negara.