Sulaman Sashiko Curi Perhatian Tim Kurasi Dekranasda DKI, Berpotensi Jadi Produk Unggulan Jaktim
Jakarta Timur, Wartapembaruan.co.id – Produk kerajinan sulaman Sashiko menjadi salah satu karya yang mencuri perhatian Tim Kurasi Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi DKI Jakarta dalam kegiatan kurasi produk kerajinan Dekranasda Kota Administrasi Jakarta Timur.
Tim Kurasi Dekranasda DKI Jakarta, Dewi Asa'at, mengapresiasi sulaman Sashiko yang dinilainya memiliki sentuhan modern, unik, serta berpotensi dikembangkan menjadi salah satu produk unggulan kerajinan Jakarta Timur.
Menurut Dewi, beragam produk kerajinan ditampilkan para pengrajin dalam kegiatan tersebut, mulai dari batik, sulaman Sashiko, berbagai jenis sulaman lainnya, hingga kerajinan berbahan kayu. Produk yang ditampilkan didominasi kategori fesyen dan kerajinan dengan karakter serta kreativitas yang beragam.
“Saya senang sekali dengan produk sulaman Sashiko. Saya sudah beberapa kali melakukan kurasi di Dekranasda lima wilayah Jakarta, dan produk Sashiko ini belum pernah saya lihat dengan bentuk sulaman yang sangat modern. Ini bisa menjadi salah satu produk unggulan Dekranasda Jakarta Timur," ungkapnya.
Dewi menjelaskan, kegiatan kurasi bukan bertujuan mencari kekurangan atau memberikan penilaian buruk terhadap produk pengrajin. Sebaliknya, kurasi menjadi sarana memberikan masukan dan rekomendasi agar kualitas produk semakin baik, memiliki nilai tambah, serta lebih siap bersaing di pasar.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam kurasi kali ini adalah penggunaan kemasan ramah lingkungan. Menurutnya, produk yang mengusung konsep keberlanjutan (*sustainable*) perlu didukung dengan pemilihan bahan kemasan yang sejalan dengan prinsip tersebut.
Ia menyarankan para pengrajin mulai mengurangi penggunaan plastik dan beralih ke bahan alternatif yang dapat dimanfaatkan kembali, seperti kain perca batik atau jenis kain lainnya. Selain lebih ramah lingkungan, pemanfaatan bahan tersebut juga dapat memberikan nilai kreatif dan keunikan tersendiri pada kemasan produk.
Dalam kesempatan itu, Dewi juga mengajak seluruh pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM), khususnya di Jakarta Timur, untuk terus meningkatkan kualitas produk, berinovasi, serta memperluas wawasan dengan mempelajari perkembangan dan kreativitas produk dari berbagai daerah.
Menurutnya, keterbukaan terhadap ide dan inovasi menjadi salah satu kunci agar produk lokal semakin berkembang, memiliki daya saing, dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
"Terus meningkatkan kualitas, terus berinovasi, terus belajar, dan melihat apa yang dimiliki serta dihasilkan orang lain. Tingkatkan seluruh kualitas agar produk Jakarta semakin naik kelas, bisa dipasarkan secara nasional hingga mendunia," tandasnya.
