Ledakan Sumur Minyak Ilegal di Bayung Lencir Tewaskan Pekerja: Mafia Migas & Oknum Aparat Disorot


Musi Banyuasin, Wartapembaruan.co.id
— Tragedi kebakaran maut kembali menghantam Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Sebuah sumur minyak ilegal di Desa Kaliberau, Kecamatan Bayung Lencir, meledak dahsyat pada Selasa (9/9/2025) pagi. Kobaran api yang menjulang tinggi menewaskan sejumlah pekerja dan melukai beberapa lainnya dengan luka bakar serius. Para korban kini menjalani perawatan intensif di rumah sakit terdekat.

Peristiwa ini menambah daftar panjang tragedi illegal drilling di wilayah Muba, yang sejak lama dikenal sebagai “ladang minyak rakyat” sekaligus episentrum sumur ilegal di Sumatera Selatan. Hingga berita ini diturunkan, jumlah pasti korban jiwa belum diumumkan secara resmi.

Namun, alih-alih membuka fakta, aparat justru terkesan menutup informasi. Kapolsek Bayung Lencir IPTU M. Wahyudi melalui Kanitreskrim IPDA Novian memilih bungkam saat dikonfirmasi awak media. Sikap ini menimbulkan kecurigaan publik atas keseriusan aparat dalam memberantas praktik pengeboran ilegal yang selama ini merajalela.

Di lapangan, warga bersuara lantang. Mereka menuding illegal drilling bukan sekadar praktik nekat warga, melainkan sudah menjadi ladang bisnis gelap yang dilindungi. Dugaan adanya aliran dana bulanan kepada oknum aparat kembali menyeruak.

 “Kalau hukum benar-benar ditegakkan, tidak mungkin sumur ilegal bisa bertahan bertahun-tahun. Nyatanya, rakyat kecil yang jadi korban, sementara mafia minyak terus meraup untung,” ujar Rudi (40), warga Kaliberau, Selasa sore.

Sumber lokal menyebut, sumur ilegal yang meledak tersebut diduga milik seorang warga berinisial RI, dengan lahan operasional berada di kawasan milik WU. Informasi ini memperkuat dugaan adanya jaringan terstruktur yang melibatkan pemodal lokal, pemilik lahan, hingga oknum pelindung di balik layar.

Tragedi ini menjadi ujian serius bagi Polres Musi Banyuasin dan Polda Sumatera Selatan. Publik menuntut Kapolda Sumsel turun langsung, membongkar jaringan mafia minyak, dan mengusut dugaan keterlibatan aparat yang selama ini disebut menerima setoran.

Pengamat energi dan lingkungan, Firmansyah Hadi, menegaskan bahwa tragedi serupa akan terus berulang jika praktik pembiaran dibiarkan.

“Selama aparat dan pemerintah daerah tidak bersinergi menutup sumur ilegal secara tuntas, nyawa warga akan terus jadi taruhan. Ini bukan sekadar kelalaian, tapi kejahatan sistemik,” tegasnya.

Kini, kobaran api yang merenggut nyawa di Kaliberau bukan hanya tragedi lokal, melainkan cermin kelam dari bisnis migas ilegal yang terus hidup di negeri ini—dengan aroma uang setoran, lemahnya hukum, dan rakyat yang selalu jadi korban.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Ledakan Sumur Minyak Ilegal di Bayung Lencir Tewaskan Pekerja: Mafia Migas & Oknum Aparat Disorot
  • Ledakan Sumur Minyak Ilegal di Bayung Lencir Tewaskan Pekerja: Mafia Migas & Oknum Aparat Disorot
  • Ledakan Sumur Minyak Ilegal di Bayung Lencir Tewaskan Pekerja: Mafia Migas & Oknum Aparat Disorot
  • Ledakan Sumur Minyak Ilegal di Bayung Lencir Tewaskan Pekerja: Mafia Migas & Oknum Aparat Disorot
  • Ledakan Sumur Minyak Ilegal di Bayung Lencir Tewaskan Pekerja: Mafia Migas & Oknum Aparat Disorot
  • Ledakan Sumur Minyak Ilegal di Bayung Lencir Tewaskan Pekerja: Mafia Migas & Oknum Aparat Disorot