BREAKING NEWS
 

Komunitas Organisasi Peduli Bencana Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Aceh Tamiang


Medan, Wartapembaruan.co.id
- Komunitas Organisasi Peduli Bencana yang terdiri dari BFLF, Yayasan Bantara, Mira, Yayasan Titian Harapan, Yayasan Amelia, LRPPN, DPD Amphuri Sumut, Griya Hipnotherapi Medan menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak banjir dan longsor di sejumlah wilayah Kabupaten Aceh Tamiang. Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam. Bantuan yang disalurkan bahan kebutuhan pakaian layak pakai, perlengkapan kebersihan, serta kebutuhan balita, sarung, mukena, al-quran dll. Proses penyaluran dilakukan secara langsung ke lokasi terdampak.

Perwakilan Komunitas Dudi Alexander Chaniago (BFLF),  mengatakan bahwa kegiatan merupakan inisiasi bersama dengan tujuan untuk meringakan beban dan menghibur anak-anak di pengungsian. selain bantuan kami juga membagikan nasi siap saji 700 bungkus, 360 Donat, 100 paket tumbler, snack, buku gambar dan crayon. dilokasi kegiatan kami komunitas memberikan trauma healing untuk anak-anak dan juga pengobatan gratis bagi pengungsi korban banjir longsor di kp Duren Kecamatan Rantau Aceh Tamiang. Sementara ada beberapa sasaran lokasi penyaluran bantuan, DPD Amphuri Sumut bergerak ke  Desa lubuk sidup, desa bundar rumah banjir, kota lintang, kampung durian kebun ubi, Seruway.

Dudi mengatakan kegiatan ini berjalan dengan lancar sampai akhir tidak terlepas dari dukungan semua pihak, semoga bantuan dan kegiatan psiko sosial dapat membantu meringankan beban para korban serta mempercepat pemulihan pascabencana. “Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat dan sedikit meringankan penderitaan masyarakat yang terdampak,” ujarnya.

Pantauan kami di lapangan sebulan lebih menunjukkan pasca bencana, material lumpur dan tanah longsor masih mengendap di dalam rumah warga. Kondisi tersebut menyulitkan proses pembersihan serta menghambat aktivitas masyarakat yang ingin kembali ke tempat tinggal mereka.

Salah seorang pengungsi menyampaikan harapan besar kepada pemerintah agar segera mengambil langkah konkret dalam penanganan pascabencana. selain bantuan darurat, warga berharap adanya percepatan relokasi ke lokasi yang aman, terutama bagi mereka yang rumahnya rusak berat atau berada di zona rawan longsor. “Kami berharap pemerintah dapat menuntaskan persoalan lumpur yang masih mengendap di rumah-rumah warga, serta memberikan solusi permanen bagi rumah kami yang hancur dan tidak bisa ditempati lagi,” ujar salah seorang warga terdampak.

Kami juga berharap pemerintah pusat dan daerah dapat bersinergi dalam pemulihan pascabencana, mulai dari pembersihan lingkungan, perbaikan infrastruktur, hingga mempercepat pendataan penyediaan hunian sementara maupun hunian tetap yang layak dan aman.

Dengan langkah cepat dan penanganan yang menyeluruh,  kami berharap warga dapat segera bangkit dan pulih kembali menjalani kehidupan normal tanpa dihantui ancaman bencana susulan "Tegas Dudi".


(Redaksi)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image