BREAKING NEWS

Orang Rimba Bukit 12 Teriak Kehilangan Hutan, Negara Diminta Hadir


Jambi, Wartapembaruan.co.id
– Suara Orang Rimba Bukit 12 akhirnya menggema di ruang publik. Dalam pertemuan di Perkumpulan Hijau, enam temenggung — Mubar, Ngukir, Bagantung, Mangku, Ngandun, dan Selamat — menyampaikan kegelisahan mereka atas kian menyusutnya hutan adat.

Alih fungsi kawasan menjadi perkebunan sawit dan pertambangan disebut telah merampas ruang hidup Orang Rimba. Hutan yang menjadi sumber pangan, identitas, dan kehidupan kini hampir habis.

“Hutan kami semakin sempit. Kami kehilangan tempat hidup,” ujar salah satu temenggung.

Terdesak, Orang Rimba terpaksa keluar hutan mencari brondolan sawit. Namun langkah ini justru sering memicu konflik dengan perusahaan dan warga sekitar. Mereka kerap diposisikan sebagai pelanggar, padahal hanya berusaha bertahan hidup.

Para temenggung menegaskan, flora dan fauna makin langka. Hutan tak lagi mampu menopang kehidupan. Mereka kini berada di persimpangan: bertahan hidup atau kehilangan jati diri.

Dalam forum itu, Orang Rimba menuntut kehadiran negara. Pemerintah diminta mengakui hak mereka melalui pembentukan kampung adat sebagai bentuk perlindungan hukum dan pengakuan identitas.

Masalah pendidikan juga menjadi sorotan. Mereka pernah mendirikan PAUD dan SD swadaya, namun mati karena kekurangan guru. Janji Dinas Pendidikan untuk mengirim tenaga pengajar tak pernah terealisasi.

“Kami ingin anak cucu kami sekolah dan pintar,” ucap temenggung dengan mata berkaca-kaca.

Pertemuan yang dirangkai Perkumpulan Hijau bersama media Boemimelayu.id dan Cakapcuap ini menegaskan satu hal: di balik pembangunan, ada masyarakat adat yang terpinggirkan.

Kini mereka bersuara lantang.

Pertanyaannya, apakah negara benar-benar mau mendengar?

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image