BREAKING NEWS
 

Bupati Di cecar Masyarakat , Tidak Mampu memenuhi Pasokan LPG 3Kg, Langka di Lombok Timur


Lombok Timur - NTB, Wartapembaruan.co.id
- Sidak yang dilakukan Pemerintah Daerah Lombok Timur di Kecamatan Selong beberapa waktu lalu menghasilkan kesimpulan yang terdengar menenangkan: LPG 3 kg dinyatakan tidak langka. Pernyataan ini, jika dibaca sepintas, seolah menjawab kegelisahan masyarakat.

Di beberapa komentar masyarakat di pernyataan media yang di lontarkan eh Bupati Lombok Timur bahwa stok LPG masih aman dan stabil di bantah keras oleh masyarakat.

Fakta di lapangan gas LPG benar-benar sulit di dapatkan,bahkan ada masyarakat menunggu sampai 2 hari baru stok ada,bukan hanya itu masyarakat merespon agar bupati jangan hanya duduk di kantor saja lalu memberikan pernyataan tapi silahkan turun ke masyarakat biar tau kondisi di bawah "itu tertulis disalah satu komentar masyarakat lombok timur di akun media"

Hal ini sangat memperihatinkan,di tengah masyarakat mengengalami kesusahan tapi bupati lombok timur membantah fakta yang sedang di rasakan oleh masyarakat.


Namun realitas di lapangan justru berkata sebaliknya.

Di tengah klaim “stok aman”, masyarakat masih harus menghadapi antrean panjang, pangkalan yang kosong berhari-hari, serta harga yang melambung di tingkat pengecer. Situasi ini menimbulkan pertanyaan mendasar: apakah pemerintah benar-benar melihat kondisi riil di masyarakat, atau hanya berhenti pada data administratif semata?

Masalah LPG 3 kg di Lombok Timur bukan sekadar persoalan ada atau tidaknya stok. Persoalan utamanya terletak pada distribusi yang tidak berjalan adil dan pengawasan yang lemah. Gas yang secara data tersedia, dalam praktiknya tidak sampai ke tangan masyarakat yang berhak.

Rantai distribusi yang panjang—dari agen ke pangkalan hingga pengecer—menjadi titik rawan yang selama ini luput dari pengawasan serius. Di titik inilah sering terjadi kebocoran, permainan harga, hingga praktik yang menjauhkan LPG subsidi dari tujuan utamanya.


Sumber : Alfathul Ferdian

Koordinator FORDEM


(den)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image