DPW BKPRMI DKI Jakarta Dorong Pemuda Remaja Masjid Kuasai Keterampilan melalui Diklat Youth Entrepreneurship
Jakarta, Wartapembaruan.co.id – Dewan Pengurus Wilayah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPW BKPRMI) DKI Jakarta menghadiri kegiatan Diklat Entrepreneurship Pemuda Remaja Masjid yang diselenggarakan oleh DPD BKPRMI Jakarta Pusat di SMKN 44 Jakarta. (26/9/2026)
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya BKPRMI dalam meningkatkan kapasitas, keterampilan, dan kemandirian pemuda remaja masjid agar memiliki kompetensi yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kegiatan ini dihadiri Ketua Umum DPW BKPRMI DKI Jakarta, Nanang Jahidin, bersama jajaran pengurus DPW BKPRMI DKI Jakarta. Turut hadir Ketua Umum DPD BKPRMI Jakarta Pusat, Juhandi Yahya, serta perwakilan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dari Biro Pendidikan Mental dan Spiritual (Dikmental) Setda Provinsi DKI Jakarta, H. Andika.
Dalam kesempatan tersebut, H. Andika mewakili Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sekaligus membuka secara resmi kegiatan dan menyampaikan sambutan serta arahan kepada jajaran BKPRMI Jakarta.
Dalam arahannya, H. Andika menyampaikan pentingnya menjaga dan meningkatkan kolaborasi antara BKPRMI dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Berbagai program unggulan yang dimiliki BKPRMI dinilai dapat terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi pemuda, remaja masjid, dan masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, khususnya melalui gerakan pilah sampah. Menurutnya, edukasi dan pembiasaan memilah sampah perlu terus ditanamkan mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, masjid, hingga masyarakat secara luas.
Sementara itu, Ketua Umum DPD BKPRMI Jakarta Pusat, Juhandi Yahya, S.Sos., dalam sambutannya menekankan pentingnya memberikan bekal keterampilan kepada pemuda. Menurutnya, pemuda remaja masjid tidak hanya perlu memiliki semangat dalam aktivitas keagamaan dan sosial, tetapi juga harus dibekali keterampilan yang dapat menjadi peluang kemandirian ekonomi.
Salah satu keterampilan yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut adalah totok punggung (Topung). Juhandi berharap keterampilan tersebut dapat terus dikembangkan sehingga para peserta memiliki kompetensi yang dapat dimanfaatkan untuk membuka usaha dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Pemuda harus diberikan keahlian dan keterampilan yang bisa dikembangkan menjadi peluang usaha. Salah satunya melalui keterampilan totok punggung, sehingga ke depan diharapkan dapat dikembangkan menjadi klinik alternatif di bidang totok punggung,” ujarnya.
Sementara itu Ketua Umum DPW BKPRMI DKI Jakarta, Nanang Jahidin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang selama ini telah memberikan ruang diberbagai kegiatan kepada BKPRMI Jakarta.
Nanang juga memberikan apresiasi kepada DPD BKPRMI Jakarta Pusat yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut dengan baik dan lancar. Menurutnya, program pengembangan keterampilan dan kewirausahaan bagi pemuda remaja masjid merupakan bagian penting dari upaya membangun generasi muda yang mandiri, produktif, dan memiliki daya saing.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang telah memberikan dukungan dan kesempatan kepada BKPRMI untuk melaksanakan berbagai kegiatan. Kami juga mengapresiasi DPD BKPRMI Jakarta Pusat yang telah melaksanakan kegiatan ini dengan baik dan lancar,” tutur Nanang Jahidin.
Ia berharap sinergi dan kolaborasi antara BKPRMI dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat terus ditingkatkan, sehingga semakin banyak program yang dapat dirasakan manfaatnya oleh pemuda dan remaja masjid di seluruh wilayah DKI Jakarta.
Kegiatan Diklat Entrepreneurship Pemuda Remaja Masjid ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan pelatihan semata, tetapi dapat menjadi langkah awal bagi peserta untuk mengembangkan keterampilan, membangun usaha, menciptakan peluang ekonomi, serta berkontribusi bagi masyarakat dan lingkungan.
Melalui program tersebut, BKPRMI Jakarta terus mendorong lahirnya pemuda remaja masjid yang tidak hanya aktif dalam memakmurkan masjid, tetapi juga memiliki keterampilan, kemandirian ekonomi, kepedulian sosial, dan semangat kolaborasi dalam membangun Jakarta.
