Kejurnas Dayung 2026 Siap Digelar di Karawang, Jadi Gerbang Atlet Menuju PON 2028 hingga Olimpiade


KARAWANG, Wartapembaruan.co.id — Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PB PODSI) memastikan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Dayung 2026 akan digelar di Danau Cipule, Karawang, Jawa Barat. Ajang nasional ini mempertandingkan dua disiplin utama, yakni Rowing dan Canoeing.

Berdasarkan Buletin I dan Petunjuk Teknis PB PODSI, rangkaian Kejurnas Dayung 2026 dijadwalkan berlangsung pada 24–30 November 2026. Khusus rangkaian rowing, kegiatan telah dimulai dengan kedatangan kontingen pada 21 November, sedangkan pertandingan rowing berlangsung 24–27 November. Sementara cabang canoeing dijadwalkan 28–30 November.

Kejurnas ini bukan sekadar perebutan medali. PB PODSI menempatkannya sebagai salah satu momentum penting untuk menyeleksi sekaligus memetakan atlet potensial nasional menuju agenda olahraga yang lebih besar, termasuk PON 2028, Asian Games hingga Olimpiade.

“Ajang ini merupakan panggung pembuktian hasil latihan keras sekaligus gerbang awal penyeleksian dan pembinaan atlet,” demikian tertulis dalam buletin resmi panitia.

Dalam Kejurnas tersebut, canoeing mempertandingkan 12 nomor, terdiri dari enam nomor putra dan enam nomor putri. Sedangkan rowing mempertandingkan 15 nomor, dengan delapan nomor putra dan tujuh nomor putri.

Sejumlah nomor yang dipertandingkan antara lain K-1, K-2, K-4, C-1 dan C-2 pada canoeing. Sementara rowing meliputi Single Sculls, Double Sculls, Quadruple Sculls, Coxless Pairs, Coxless Fours, Eights serta nomor lightweight.

Persaingan dipastikan tidak hanya mengandalkan kemampuan individu. Kontingen dari berbagai provinsi dituntut menyiapkan atlet terbaik, memenuhi administrasi peserta, serta mengikuti ketentuan teknis dan regulasi pertandingan yang mengacu pada aturan ICF (Paddle Worldwide) untuk canoeing dan FISA/World Rowing untuk rowing, dengan penyesuaian teknis yang ditetapkan panitia.

PB PODSI juga menerapkan ketentuan ketat terkait pergantian atlet. Setelah technical meeting, pergantian kru perahu beregu dibatasi maksimal 50 persen dari jumlah kru, sementara pergantian atlet nomor single memiliki persyaratan khusus. Setelah perlombaan pertama, pergantian atlet juga dibatasi dan harus memenuhi ketentuan medis.

Dengan persiapan yang semakin dekat, seluruh Pengprov PODSI di Indonesia kini memiliki waktu terbatas untuk memastikan kesiapan atlet dan official.

Danau Cipule pun bersiap menjadi panggung pertarungan para pendayung terbaik Indonesia—tempat kekuatan kayuhan, strategi, disiplin dan mental juara diuji sebelum melangkah ke panggung yang lebih tinggi.

Salam olahraga, Dayung Jaya!
Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Kejurnas Dayung 2026 Siap Digelar di Karawang, Jadi Gerbang Atlet Menuju PON 2028 hingga Olimpiade
  • Kejurnas Dayung 2026 Siap Digelar di Karawang, Jadi Gerbang Atlet Menuju PON 2028 hingga Olimpiade
  • Kejurnas Dayung 2026 Siap Digelar di Karawang, Jadi Gerbang Atlet Menuju PON 2028 hingga Olimpiade
  • Kejurnas Dayung 2026 Siap Digelar di Karawang, Jadi Gerbang Atlet Menuju PON 2028 hingga Olimpiade
  • Kejurnas Dayung 2026 Siap Digelar di Karawang, Jadi Gerbang Atlet Menuju PON 2028 hingga Olimpiade
  • Kejurnas Dayung 2026 Siap Digelar di Karawang, Jadi Gerbang Atlet Menuju PON 2028 hingga Olimpiade