Pulang Bawa Medali Perak ASEAN Games 2026, Ali Mardiansyah Disambut Hangat PODSI Jambi
JAMBI, Wartapembaruan.co.id — Kebanggaan menyelimuti olahraga dayung Jambi. Atlet dayung asal Jambi, Ali Mardiansyah, yang sukses meraih medali perak ASEAN Games 2026 di Nagoya, Jepang, disambut hangat Ketua PODSI Provinsi Jambi Raden Wawan Setiawan bersama jajaran pengurus PODSI di Bandara Sultan Thaha Jambi, Minggu (27/9/2026).
Penyambutan tersebut menjadi bentuk apresiasi PODSI Jambi atas perjuangan Ali yang telah membawa nama Indonesia sekaligus mengharumkan Provinsi Jambi di ajang olahraga tingkat Asia Tenggara.
Ketua PODSI Provinsi Jambi Raden Wawan Setiawan mengaku bangga atas pencapaian tersebut. Menurutnya, prestasi Ali menjadi bukti bahwa atlet dayung Jambi mampu bersaing di level internasional.
“Kami bangga dan berterima kasih kepada Ali yang telah berprestasi dan membanggakan nama Indonesia, khususnya Provinsi Jambi melalui olahraga dayung,” ujar Raden Wawan.
Ia menyebut, Jambi sebenarnya mengirim tiga atlet putra dan putri untuk memperkuat kontingen Indonesia. Dua atlet lainnya, Tiara dan Putri, memilih perjalanan pulang melalui jalur darat, sementara Ali kembali ke Jambi menggunakan penerbangan.
Raden Wawan berharap prestasi tersebut menjadi langkah awal bagi atlet-atlet dayung Jambi untuk menembus kompetisi yang lebih tinggi.
“Mudah-mudahan ke depan atlet putra dan putri dayung Jambi bisa terus berkembang dan berlaga di kancah dunia,” katanya.
Sementara itu, Ali Mardiansyah mengungkapkan pengalamannya selama mengikuti ASEAN Games di Jepang. Ia mengaku terkesan dengan keramahan masyarakat Jepang serta fasilitas yang diberikan kepada para atlet.
Menurut Ali, salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah ketika para atlet harus tinggal di kapal pesiar selama pelaksanaan pertandingan.
“Jepang sangat menghormati tamu yang datang. Kami merasa nyaman karena semua fasilitas disediakan. Ini pengalaman pertama saya di ASEAN Games, bahkan kami tidur di kapal pesiar. Kebanyakan orang Indonesia juga ada di sana, jadi rasanya seperti berada di kampung sendiri,” ungkap Ali.
Perjalanan menuju podium perak, kata Ali, tidak mudah. Salah satu tantangan terbesar adalah kondisi cuaca ekstrem berupa badai yang melanda Jepang sehingga jadwal pertandingan mengalami perubahan.
Ali juga harus turun di kelas ringan dan menjalani proses penurunan berat badan dengan ketat.
“Jadwal sempat berubah karena badai dan pertandingan dipercepat. Saya juga harus turun di kelas ringan sehingga harus menurunkan berat badan dan berpuasa,” ujarnya.
Meski menghadapi berbagai kendala, dukungan seluruh tim membuat Ali mampu tampil maksimal hingga mempersembahkan medali perak bagi Indonesia.
“Semua tim sangat mendukung sehingga saya bisa mendapatkan medali perak. Ini menjadi kebanggaan bagi Provinsi Jambi, terutama PODSI Jambi, sekaligus membawa nama Indonesia di Nagoya, Jepang,” katanya.
Bidik Pra-Kualifikasi Olimpiade Los Angeles
Usai ASEAN Games 2026, Ali tidak ingin berhenti pada pencapaian medali perak. Ia telah memasang target berikutnya untuk kembali memperkuat tim nasional dayung Indonesia.
Ali menyebut dirinya akan mempersiapkan diri menghadapi pra-kualifikasi Olimpiade Los Angeles dan berharap kembali masuk Pelatnas untuk memperkuat skuad dayung Indonesia.
Prestasi Ali di Nagoya sekaligus menjadi momentum bagi PODSI Jambi untuk terus mendorong pembinaan atlet muda agar semakin banyak atlet Jambi yang mampu menembus level nasional hingga internasional.