Siswa MIS Tahfiz Khoiru Ummah Pangkalpinang Sabet Juara 3 Lomba Robotik FAIRCOS 2026, Kalahkan Peserta SMA/SMK
PALEMBANG, Wartapembaruan.co.id — Dua siswa MIS Tahfiz Khoiru Ummah Pangkalpinang, Muhammad Syahid Arkan A dan Keven Hafizh, yang tergabung di Tim Robotik Usman Bin Affan, mencuri perhatian dalam Festival Automation Robotic Club of Sriwijaya (Faircos) 2026, yang berlangsung di Politeknik Sriwijaya Palembang, Kamis (24/9/2026).
Mereka yang bertanding di kompetisi robot sumo hasil rakitan sendiri itu, sukses menyabet juara ketiga di ajang tersebut, setelah kalah oleh Robot MTC_1 dari SMK Negeri 2 Palembang dalam perebutan posisi juara.
Meski demikian, suasana kompetisi menjadi menarik, lantaran yang menjadi lawan dari Tim Robotik Usman Bin Affan, yakni bukan teman sebaya mereka, melainkan siswa SMA/SMK.
Kepala MIS Tahfiz Khoiru Ummah Pangkalpinang, Rokayah, mengatakan capaian tersebut menjadi pengalaman penting bagi siswanya. Dari babak penyisihan hingga perebutan juara ketiga, kata Rokayah, Tim Robotik Usman Bin Affan sukses mengumpulkan total 11 poin.
“Alhamdulillah, dari penyisihan hingga perebutan juara ketiga, kami mendapat total 11 poin. Ini merupakan pencapaian luar biasa bagi kami. Meski mendapat juara ketiga, tapi ini tak hanya sekadar juara. Karena semua lawan mereka bukan anak sebayanya, tapi anak SMA/SMK,” kata Rokayah di Palembang, Minggu (27/9/2026).
"Selain Tim Usman bin Affan, Tim Robotik kedua kami, yakni tim Umar bin Khattab, yang beranggotakan Muhammad Umar Alfatih dan Muhammad Ghazavat Sulaiman Al Qonuni, juga tampil luar biasa, mereka berhasil melaju hingga babak delapan besar," sambungnya.
Ajang Faircos 2026, kata Rokayah, menggunakan konsep pertandingan robot sumo. Yang mana, lanjut Rokayah, dua robot ditempatkan dalam arena berbentuk lingkaran dan saling berhadapan untuk mendorong robot lawan keluar arena.
"Setiap peserta mendapat dua kesempatan bertanding. Robot yang lebih dulu mengumpulkan dua poin dinyatakan menang dan melaju ke babak berikutnya. Setiap ronde berlangsung satu menit. Jika dalam waktu tersebut tidak ada robot yang keluar arena, pertandingan diulang hingga salah satu robot memperoleh dua poin," jelasnya.
Lebih lanjut Rokayah mengatakan, robot yang digunakan siswanya merupakan custom-built robot yang dirakit sendiri. Robotnya, lanjut dia, dikendalikan secara manual menggunakan remote control sehingga operator dituntut mampu mengendalikan robot secara cepat, presisi dan strategis.
“Dengan capaian ini, apa yang telah dipersiapkan sebelum kompetisi tidak sia-sia. Apalagi anak-anak ini berangkat ke Palembang lebih awal dengan menggunakan kapal laut. Semoga ke depannya mereka terus mencetak prestasi dan mengharumkan nama daerah,” ujarnya.
Performa dua siswa tersebut juga mendapat perhatian peserta dan penonton. Salah seorang peserta mengaku tidak menyangka lawan yang dihadapinya merupakan siswa tingkat dasar.
“Kaget, enggak nyangka lawannya anak SD. Mereka mainnya juga bagus dan meraih juara,” katanya seusai pertandingan.
Salah seorang juri Faircos 2026, Muhammad, juga mengapresiasi penampilan siswa MIS Tahfiz Khoiru Ummah. Ia menilai dukungan sekolah terhadap pengembangan kemampuan siswa di bidang sains dan teknologi turut menjadi faktor penting.
“Ayo warga Pangkalpinang, sekolahkan anaknya di MIS Tahfiz Khoiru Ummah Pangkalpinang. Sekolah ini bagus, luar biasa, mereka sangat mendukung anak-anak didiknya dalam meraih prestasi, khususnya di bidang sains dan teknologi,” kata Muhammad.
Faircos 2026 merupakan kompetisi robotik yang diselenggarakan Automation Robotic Club of Sriwijaya (ARCoS). Ajang bertema “Connect, Spark and Grow” ini diikuti peserta dari tingkat dasar, menengah atau madrasah, SMA/SMK, mahasiswa hingga masyarakat umum dari berbagai daerah di Indonesia. (*)

