Tim Ekspedisi Patriot UI Laporkan Capaian Separuh Perjalanan, Dapat Apresiasi dan Dukungan Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kubu Raya
KUBU RAYA, Wartapembaruan.co.id — Memasuki separuh perjalanan pelaksanaan Ekspedisi Patriot UI 2026, kolaborasi antara Tim Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia (UI) dan berbagai pemangku kepentingan di Kabupaten Kubu Raya terus diperkuat. Salah satunya melalui koordinasi bersama Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, sebagai bagian dari pelaporan perkembangan kegiatan sekaligus penguatan sinergi untuk keberlanjutan program di kawasan transmigrasi.
Dalam pertemuan tersebut, Tim Ekspedisi Patriot UI menyampaikan berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan sejak awal program, mulai dari kunjungan dan pemetaan desa, pelaksanaan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat, perangkat desa, dan pengurus kelembagaan ekonomi, hingga pendampingan pascapelatihan. Pertemuan ini sekaligus menjadi ruang untuk menyampaikan perkembangan program kepada pemerintah daerah serta memperoleh masukan bagi pelaksanaan kegiatan pada tahap berikutnya.
Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Kubu Raya, Sri Wijiastuti, S.H., menyampaikan apresiasi atas berbagai kegiatan yang telah dilakukan oleh Tim Ekspedisi Patriot UI 2026 (TEP UI 2026) bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat. Ia juga menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan Ekspedisi Patriot UI di wilayah Kabupaten Kubu Raya.
Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program yang sejak awal dibangun melalui koordinasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Tim Ekspedisi Patriot UI bersama para mitra telah berinteraksi dengan masyarakat di 5 kecamatan dan 28 desa kawasan transmigrasi Rasau Jaya untuk memahami kondisi wilayah, potensi desa, kelembagaan ekonomi, pelayanan publik, serta berbagai kebutuhan dan tantangan yang dihadapi masyarakat.
Hasil proses tersebut kemudian menjadi salah satu dasar dalam menentukan kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan pemerintah desa. Bersama para mitra, telah dilaksanakan Pelatihan Pelayanan Prima serta Pelatihan Digitalisasi dan Promosi Potensi Desa di Kecamatan Rasau Jaya, Teluk Pakedai, dan Sungai Raya. Di Kecamatan Rasau Jaya, tim juga melaksanakan Pelatihan Penguatan Tata Kelola Administrasi dan Pelaporan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas pengelolaan administrasi dan pelaporan kelembagaan desa.
Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa Ekspedisi Patriot tidak berhenti pada pemetaan dan identifikasi potensi. Temuan dari lapangan kemudian diterjemahkan menjadi kegiatan peningkatan kapasitas dan pendampingan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan peserta.
Ketua Tim Ekspedisi Patriot UI 2026, Siti Fatimah, M.Pd., dosen Departemen Administrasi dan Bisnis Terapan, Sekolah Vokasi Universitas Indonesia, yang akrab disapa Ibu Fa, mengatakan bahwa capaian yang telah diperoleh hingga saat ini merupakan hasil dari proses yang dibangun bersama berbagai pihak. Menurut Ibu Fa, sejak awal pelaksanaan, Ekspedisi Patriot dibangun melalui koordinasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari dinas terkait, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, hingga masyarakat di kawasan transmigrasi Rasau Jaya.
“Bagi kami, capaian yang sudah ada bukan semata-mata hasil kerja tim, tetapi merupakan hasil dari proses yang dibangun bersama. Pemerintah daerah, pemerintah kecamatan dan desa, para mitra, serta masyarakat telah menjadi bagian penting dalam setiap tahapan perjalanan ini,” ujarnya.
Semangat penguatan kapasitas tersebut juga dibawa kepada generasi muda melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat “Patriot Muda: Penguatan Empat Konsensus Dasar Bangsa dalam Menumbuhkan Karakter Cinta Tanah Air” di SMPN 1 Sungai Kakap. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas makna pengabdian, tidak hanya melalui penguatan masyarakat dan kelembagaan di kawasan transmigrasi, tetapi juga melalui penanaman nilai kebangsaan dan karakter generasi muda.
Menurut Ibu Fa, pelaksanaan pelatihan juga bukan menjadi titik akhir dari program. Setelah kegiatan berlangsung, proses pendampingan pascapelatihan terus dilakukan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan peserta.
“Perjalanan ini tidak berhenti pada pelatihan. Saat ini, pendampingan pascapelatihan terus berjalan sesuai kebutuhan masyarakat dan peserta, mulai dari pengembangan media sosial untuk promosi potensi desa, pembuatan logo produk, hingga berbagai kebutuhan penguatan lainnya,” kata Ibu Fa.
Ia menambahkan bahwa keberlanjutan pendampingan menjadi bagian penting agar pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Karena bagi kami, Patriot bukan tentang siapa yang paling banyak melakukan, tetapi tentang bagaimana kita bisa berjalan bersama dan memberikan manfaat.”
Memasuki paruh kedua pelaksanaan Ekspedisi Patriot UI 2026, Tim Ekspedisi Patriot akan terus memperkuat koordinasi dengan Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Kubu Raya, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat. Berbagai temuan dan pengalaman selama separuh perjalanan menjadi bahan untuk menyempurnakan program sekaligus menentukan bentuk pendampingan yang relevan pada tahap berikutnya.
Apresiasi dan dukungan dari Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Kubu Raya menjadi bagian dari semangat kolaborasi yang terus dibangun. Bagi Tim Ekspedisi Patriot, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah kegiatan yang terlaksana, tetapi juga dari sejauh mana proses yang dibangun bersama dapat memberikan manfaat dan membuka ruang keberlanjutan bagi masyarakat.
Separuh perjalanan telah dilalui. Masih ada langkah yang harus diselesaikan, program yang perlu disempurnakan, serta kolaborasi yang harus terus diperkuat. Dari Rasau Jaya, Ekspedisi Patriot UI 2026 melanjutkan langkah bersama pemerintah daerah, pemerintah kecamatan dan desa, para mitra, serta masyarakat untuk menuntaskan misi penguatan kawasan transmigrasi melalui kerja bersama. Salam Patriot!

