Waspada Lonjakan Harga Cabai Tekan Daya Beli

 


BANDAR LAMPUNG,.wartapembaruan.co.id- Pemerintah Provinsi Lampung mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah secara mendalam dari Ruang Command Center Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Senin (21/9/2026). 

Pertemuan daring yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Sekjen Kemendagri), Tomsi Tohir, ini menjadi alarm bagi seluruh jajaran pemerintah untuk memperketat pengawasan harga bahan pokok.

Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Yanyan Ruchyansyah, hadir mewakili Pemprov Lampung bersama deretan pejabat perangkat daerah terkait guna merespons laporan pergerakan inflasi terbaru.

Dalam konsolidasi yang sudah memasuki pertemuan ke-200 tersebut, Kemendagri menekankan pentingnya komitmen tanpa henti dari seluruh pemerintah daerah. Tomsi Tohir menegaskan bahwa pemantauan harga komoditas vital harus menjadi prioritas utama demi menjaga daya beli masyarakat di tengah potensi gejolak pasar.

"Semangat mengawal keterjangkauan harga barang kebutuhan dasar tidak boleh kendor, mengingat bahan pangan adalah kebutuhan harian seluruh warga," tegas Tomsi dalam arahannya.

Data terbaru yang dipaparkan Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menunjukkan eskalasi kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) yang terus meluas hingga pekan ketiga September 2026.

Tercatat ada 319 kabupaten/kota  yang mengalami kenaikan IPH pada minggu ini. Jumlah tersebut terus merangkak naik jika dibandingkan pekan sebelumnya (314 daerah) dan akhir Agustus lalu (242 daerah).

Beberapa komoditas pangan yang menjadi pemicu utama kenaikan IPH nasional meliputi:

Cabai Rawit: Mengalami kenaikan tajam secara konsisten selama empat pekan berturut-turut di 265 daerah. Harganya melambung hingga 29,85 persen ke rata-rata Rp77.596/kg  jauh menembus Harga Acuan Penjualan (HAP) sebesar Rp57.000/kg.

Cabai Merah,  Melonjak 15,83 persen dan telah menyentuh batas atas HAP di 248 daerah.

Beras: Harga beras medium dan premium kompak merangkak naik masing-masing 0,76 persen dan 0,69 persen di 152 daerah. Lonjakan terparah terjadi di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, yang mencapai 47,94 persen.

Daging Ayam Ras: Naik 3,04 persen di 221 daerah dengan rata-rata harga **Rp41.900/kg,  berada di atas batas HAP Rp40.000/kg.

Di tengah tren kenaikan komoditas hortikultura dan beras, pergerakan harga komoditas lain cenderung lebih melandai. Bawang merah mencatatkan deflasi 2,99 persen menjadi Rp36.262/kg, sementara minyak goreng program pemerintah (Minyakita) mengalami penurunan tipis 0,06 persen.

Menanggapi dinamika ini, BPS mengimbau seluruh pemerintah daerah untuk bergerak cepat mengantisipasi tekanan inflasi menjelang akhir tahun. Penguatan rantai pasokan lokal, pengawasan distribusi, serta pelaksanaan operasi pasar secara intensif menjadi langkah krusial yang wajib diambil daerah guna menahan laju lonjakan harga pangan.(**)

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Waspada Lonjakan Harga Cabai Tekan Daya Beli
  • Waspada Lonjakan Harga Cabai Tekan Daya Beli
  • Waspada Lonjakan Harga Cabai Tekan Daya Beli
  • Waspada Lonjakan Harga Cabai Tekan Daya Beli
  • Waspada Lonjakan Harga Cabai Tekan Daya Beli
  • Waspada Lonjakan Harga Cabai Tekan Daya Beli