Wagub Jihan Dorong Akurasi Data Pekerja Rentan


BANDAR LAMPUNG, wartapembaruan.co.id - Pemerintah Provinsi Lampung mempertegas komitmennya dalam memperluas jangkauan jaminan sosial bagi para pekerja di sektor informal. Langkah ini dipandang krusial guna mengikis angka kemiskinan ekstrem sekaligus menyelaraskan agenda pembangunan daerah dengan arah kebijakan nasional.

Saat menghadiri gelaran Jamsostek Award Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2025 di Hotel Grand Mercure, Bandar Lampung, Senin (5/10/2026), 

Wakil Gubernur Jihan Nurlela menyoroti masih besarnya selisih keterlindungan pekerja informal. Kendati sektor formal di Lampung sudah mencatatkan angka kepesertaan mendekati 60 persen, sekitar 79 persen kelompok pekerja informal tercatat belum tersentuh jaminan sosial ketenagakerjaan. Secara keseluruhan, cakupan kepesertaan di daerah ini baru berada di kisaran 21 persen hingga Agustus 2026, meski telah tumbuh 114 ribu peserta dibanding tahun terdahulu.

Menanggapi keterbatasan kapasitas APBD, Wagub Jihan menekankan pentingnya sinergi lintas sektor. Menurutnya, pembiayaan tidak bisa hanya bergantung pada kas daerah, melainkan membutuhkan partisipasi aktif dari kalangan korporasi melalui skema kemitraan maupun kepedulian sosial (CSR).

Selain itu, ia mendorong pembaruan strategi lewat integrasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Dengan pendekatan berbasis by name, by address, by need, and by intervention, pendaftaran peserta diharapkan bisa tepat sasaran menyasar masyarakat tergolong extremely vulnerabl seperti nelayan, petani, hingga pedagang kecil sehingga mereka memiliki jaring pengaman saat menghadapi risiko kerja.

Sejauh ini, kolaborasi Pemprov Lampung bersama pemerintah kabupaten dan kota berhasil mengover sekitar 92.000 pekerja rentan melalui berbagai instrumen, termasuk alokasi Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit serta anggaran khusus daerah.

Pada kesempatan sama, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumbagsel Kuncoro Budi Winarno mengungkapkan bahwa hingga akhir September 2026, total pekerja yang telah terdaftar di Lampung mencapai 906.656 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 203.468 jiwa di antaranya merupakan pekerja rentan, perangkat desa, serta tenaga non-ASN yang pembiayaannya ditopang oleh fiskal daerah.

BPJS Ketenagakerjaan tercatat telah mencairkan klaim senilai Rp743 miliar untuk 87.713 pengajuan hak pekerja di Lampung, di samping memberikan bantuan beasiswa pendidikan sebesar Rp6,92 miliar kepada 1.664 anak peserta.

Puncak acara ditandai dengan penyerahan Jamsostek Award 2025 kepada sejumlah instansi dan badan usaha terbaik, di mana Pemerintah Kota Metro menyabet Juara 1 Kategori Pemkot/Pemkab, Kampung Tanjung Anom (Lampung Tengah) di tingkat desa, Bank Lampung pada kategori perusahaan besar/menengah, serta Kalianda Farm untuk kategori usaha kecil/mikro. Sementara itu, Pemkot Bandar Lampung meraih penghargaan khusus atas kontribusi terbaiknya dalam mendongkrak cakupan kepesertaan.(**)

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Wagub Jihan Dorong Akurasi Data Pekerja Rentan
  • Wagub Jihan Dorong Akurasi Data Pekerja Rentan
  • Wagub Jihan Dorong Akurasi Data Pekerja Rentan
  • Wagub Jihan Dorong Akurasi Data Pekerja Rentan
  • Wagub Jihan Dorong Akurasi Data Pekerja Rentan
  • Wagub Jihan Dorong Akurasi Data Pekerja Rentan