News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Betoro Coffee di Temanggung, Buka Wadah Pemuda/i Jadi Barista

Betoro Coffee di Temanggung, Buka Wadah Pemuda/i Jadi Barista



Wartapembaruan.co.id  - Betoro Coffee yang berlokasi di Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung membuka wadah bagi pemuda-pemudi, khususnya dari Kabupaten Temanggung untuk belajar tentang kopi.

Pasalnya, untuk memunculkan aroma kopi yang khas memang dibutuhkan keahlian khusus bagi para peracik kopi.

Betoro (Belajar Noto Roso) adalah tempat pelatihan pengolahan kopi pra dan pasca panen milik Pandu Seto Dewo Prabowo (30 tahun), seorang Barista Profesional asal Temanggung.
Menurut Pandu, dirinya ingin belajar kopi karena menemukan cinta dan kehidupan dari kopi bersama orang tuanya.

Dalam pelatihan yang diadakan oleh Betoro akan diberikan materi basic brewer dan basic barista.

Pandu menyulap salah satu ruangan untuk dijadikan workshop sekolah kopi dan siapapun dapat belajar meracik kopi yang baik dan benar, sehingga dapat memunculkan aroma kopi yang nikmat untuk di sajikan.

Tya dan Edityas merupakan murid Pandu yang belum lama masuk ke sekolah Betoro. Masing-masing dari mereka berasal dari Temanggung dan Palembang yang kebetulan mahasiswa dari universitas di Salatiga.

Alasan mereka belajar kopi, karena ingin mengenal lebih dalam tentang kopi dan juga ingin menjadi Barista Professional.

Tya (19 th) berharap dapat mengenal lebih dalam lagi tentang kopi ditambah ia sendiri juga memiliki kebun kopi. Harapan Tya nantinya bisa dapat mengolah dan mengembangkan kopi dari kebunnya sendiri.

Editiyas (23 th) sendiri mengaku menfokuskan diri pada materi Barista. Mulai dari proses, cara penyeduhan, hingga takaran kopi yang tepat.
“Dari yang tidak tahu tentang kopi, cara proses, penyeduhan dan sebagainya dapat semua. Setahu saya kopi enak dan cara nyeduh yang tidak sembarangan juga enak. Jadi kopi enak itu harus selaras dengan penyeduhan,” katanya.

Edityas mengaku bahwa di tempat asalnya juga banyak kopi, tetapi tidak tahu bagaimana rasanya. Yang dia tahu hanya sekedar kopi jenis robusta, rasanya pahit, sedangkan arabika asam.

Semenjak di Betoro, ia lebih peka dengan kekayaan rasa dan after taste suatu kopi yang diseduhnya. “Yang saya suka itu dari tujuan Betoro sendiri, yaitu agar petani kopi di Temanggung bisa membranding kopinya sendiri dengan kualitas internasional, sosialisasi di tempat petani kopi dan share ilmu. Tidak semua orang berpikir seperti itu, ingin memajukan daerahnya sendiri,” ungkapnya (Azwar).

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar