News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Masyarakat Sampaikan Trimakasih Pembongkaran Bangunan Di Atas Drainase Jalan Ring Road Medan

Masyarakat Sampaikan Trimakasih Pembongkaran Bangunan Di Atas Drainase Jalan Ring Road Medan


Medan, Wartapembaruan.co.id
--Ikatan Pemuda Karya membantu masyarakat dan Pemko Medan mengembalikan fungsi trotoar dan drainase, yang selama ini diduga dikomersialkan seorang pemilik usaha kuliner dan kafe menjadi lahan parkir ilegal di Jalan Ring Road Tanjung Rejo, Rabu (17/02/2021).

Pengembalian fungsi fasilitas umum tersebut, ditandai dengan pembongkaran paving blok dan cor coran beton penutup  saluran drainase dengan mesin jack hammer yang digerakkan langsung Ketua PAC IPK Medan Sunggal Leonardo Simangunsong bersama puluhan anggotanya dan masyarakat.


Leonardo mengatakan,  "eksekusi" itu mereka lakukan atas dasar permintaan masyarakat yang sudah sangat menderita hidupnya lantaran rumah tempat tinggalnya menjadi bulan bulanan banjir disetiap turun hujan disebabkan adanya penyumbatan aliran drainase yang ditutup tersebut.

Begitu juga dengan dihilangkannya hak pejalan kaki karena adanya alih fungsi trotoar menjadi lokasi parkir kendaraan oleh WNI Turunan Tipnghoa yang mengklaim sebagai pemilik areal tersebut.


Padahal, jelas Leo, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumut Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, sejak Desember 2020 lalu melalui surat yang ditandatangani Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumut Ir Selamat R M.Sc secara resmi menegaskan

agar dilakukan pembongkaran bangunan di atas drainase dimaksud.

Perintah pembongkaran yang ditegaskan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumut itu,untuk menindaklanjuti surat Komisi 4 DPRD Kota Medan bidang pembangunan tanggal 18 November 2029 Nomor 930/Kom-4/DPRD-M/11/2020 perihal rekomendasi dan surat Nomor : Bc.04.01/BBPJN-I/470 Tanggal 25 April 2011 prihal pembongkaran bangunan di atas saluran drainase di ruas Jalan Nasional Ring Road Medan.

" Sesuai rapat bersama yang digelar 3 November 2029 lalu itu, diminta kepada Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumut menyurati Walikota Medan untuk segera membongkar bangunan di atas saluran draniase ring road dimaksud," sebut Leo sambil memperlihatkan copyan lampiran suratnya.

Mirisnya, meskipun surat perintah bongkar yang ditebuskan ke Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR, Direktur Kepatuhan Intern Dirjen Bina Marga, Ketua Komisi IV DPRD Medan, Kadis PU Kota Medan dan Kasatker PJN Wilayah IV Prov Sumut itu sudah berjalan sekian lama, namun eksekusi pembongkarannya tidak juga dilaksanakan.


" Kuat dugaan bagi kami, terhambatnya eksekusi tersebut karena adanya kolusi antara oknum oknum tertentu dengan pihak yang mendirikannnya. Ini pun sempat kami alami beberapa waktu kemarin, ada berbagai upaya penyuapan yang dilakukan orang orang mengaku suruhan pengusaha kafe dengan menawarkan uang Rp 3 juta, agar kami dan masyarakat mengurungkan niat untuk melakukan pembongkaran," ungkap Leo seraya menyebutkan desakan pembongkaran bangunan di atas drainase itu juga sudah dipertanyakannya beberapa waktu sebelumnya kepada pihak Satuan Polisi Pamong Praja Pemko Medan.

Karena pemilik kafe  terkesan kebal hukum yang cuma memikirkan keuntungan pribadi tanpa peduli dengan hajat dan kesengsaraan orang banyak, lantas warga Ikatan Pemuda Karya yang berasal dari 9 Kelurahan bersama masyarakat langsung berinisiatif dan bergerak untuk menegakkan peraturan pemerintah tersebut dengan cara membongkar sendiri bangunan dimaksud secara bergotong royong.

Pantauan di lapangan, warga IPK bersama masyarakat sangat bersemangat bahu membahu membongkar bangunan diatas drainase, melancarkan aliran airnya dan membersihkan trotoar yang merupakan hak para pejalan kaki tersebut.

Sangkin semangatnya, mereka secara swadana juga mendatangkan mesin jack hammer untuk membantu memperlancar aksi eksekusinya.

Kendati demikian, saat berlangsungnya pembongkaran, tetap ada upaya pihak pihak tertentu yang ingin menghambatnya, terbukti dengan turunnya petugas Polsek Sunggal  karena mengaku mendapat laporan mengenai adanya bentrokan di kawasan tersebut.

Selain itu, ada juga insiden lainnya berupa pengrusakan mobil warga yang lagi parkir di pinggir jalan depan the big white cafe yang mengalami rusak penyok, diduga sengaja dilakukan pelaku yang menggunakan "lempar batu sembunyi tangan".

Ketika hal itu dipertanyakan ke pihak kafe mengingat mereka memasang alat kamera pemantau CCTV, salah seorang karyawan wanitanya malah membentak bahkan mempertontonkan sikap tak bersahabatnya

Sementara itu, sejumlah warga yang ditemui mengaku sangat berterimakasih kepada pemerintah khususnya IPK Medan Sunggal yang telah membantu menjawab keresahannya selama ini menyusul pembongkaran bangunan di atas drainase serta kembalinya fungsi trotoar jalan tersebut. " Kalau masih memerlukan tenaga, anggota keluarga kami yang lain bersedia libur kerja koq untuk ikut bergotong royong membongkar dan membersihkan areal drainase itu," kata beberapa kaum ibu setempat. (AVID)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar