News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Pemuda Lubuk Karak Kinali Gelar Diskusi Reforma Agraria dan Ketimpangan Penguasaan Tanah

Pemuda Lubuk Karak Kinali Gelar Diskusi Reforma Agraria dan Ketimpangan Penguasaan Tanah


PASBAR, Wartapembaruan.co.id  - Petani memiliki posisi yang sangat strategis dalam pemenuhan pangan masyarakat Indonesia, sehingga peningkatan komoditas pertanian dan perikanan amat perlu dilakukan. Konflik agraria dan sengketa tanah menjadi salah satu gesekan yang mengganggu efektivitas kehidupan pertanian (2/05)

Setidaknya ada dua pemicu konflik agraria, pertama kurang tepatnya hukum dan kebijakan pengatur masalah agraria, baik terkait pandangan atas tanah, status tanah dan kepemilikan, hak-hak atas tanah, maupun metode untuk memperoleh hak-hak atas tanah. Kedua, kelambanan dan ketidakadilan dalam proses penyelesaian sengketa tanah, yang akhirnya berujung pada konflik.

Pemuda Lubuk Karak, Kinali, Pasaman Barat mengadakan diskusi terkait Reforma agraria dan ketimpangan penguasaan tanah.

Juanda M. Sikumbang salah satu pemuda dan alumni Universitas Negeri Padang ini menyampaikan penting nya regenerasi petani karena melihat kondisi saat ini

"regenerasi petani itu sangat penting. Sekarang ini di perdesaan petani muda sudah berkurang, dan umumnya diisi oleh usia tua. Pertanian dianggap tidak dijadikan pilihan hidup, walau sebenarnya bertani lah yang sebenarnya menjadi soko guru kehidupan ekonomi, politik masyarakat" ujarnya.

Patril thama Sikumbang yang juga pemuda dan alumni dari  AKPER Baiturahmah Padang ini menyampaikan pentingnya pemuda memahami kondisi desa saat ini

"Dengan diskusi kita bisa saling belajar dan melengkapi, terlebih bisa lebih peka terhadap permasalahan di desa baik itu segi Agraria tentang ketimpangan penguasaan tanah dan sosialnya, dengan harapan kita bisa mencari jalan keluar dan penyelesaian dengan SDM yang pemuda miliki" ujarnya

Yogi E. Sikumbang salah satu pemuda dan tengah menjabat menjadi Presidium Nasional DPP Gerakan Mahasiswa Petani Indonesia juga menyampaikan tentang peran penting pemerintahan untuk menyelesaikan konflik agraria dan menjamin pemuda desa memiliki akses terhadap tanah.

"Bicara pangan kita tidak bisa lepas dari yang nama nya Tanah, namun apakah saat ini pemuda desa sudah memiliki akses terhadap tanah? Melihat ketimpangan penguasaan tanah yang terjadi saat ini perlu upaya serius dari pemerintah sendiri, maka di sinilah kita lihat apakah rencana penyelesaian konflik disektor agraria tentang penguasaan tanah yang di canangkan Presiden Joko Widodo memang bertuah atau hanya pepesan kosong" tutupnya.

Tags

Newsletter Signup

Silahkan isi Email anda disini untuk mengikuti berita terbaru dari Warta Pembaruan.

Posting Komentar