News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Interpretasi 'Unimal Hebat' Di Mata Mahasiswa

Interpretasi 'Unimal Hebat' Di Mata Mahasiswa

Foto : Ahmadi Ritonga
(Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Dan Politik Unimal)


Lhokseumawe, Wartapembaruan.co.id -- Kalimat diatas merupakan semboyan tempat aku menempuh pendidikan sarjana. Tentu aku sangat mencintainya, tak ada harap ku ada orang yang menghinanya bahkan menjatuhkannya.

Malam ini aku berimajinasi seakan-akan aku bercerita dengan para pejabat tinggi tempat aku menempuh pendidikan.

Aku ingin menceritakan, dalam seminggu ini aku melihat banyak muka/wajah baru datang memperhatikan sebuah bangunan tempat proses belajar mengajar. Ada yang menggunakan mobil, ada juga yang berkendaraan roda dua, bahkan ada juga yang menggunakan kendaraan umum lalu melanjutkan dengan berjalan kaki.

Para muka/wajah baru itu tampak juga ditemani seseorang berwajah rentan tua mungkin disebut mereka bernama orang tua.

Dari sebuah pengalaman pribadi, aku melihat dalam pikiran mereka ketika melihat bangunan tempat proses belajar-mengajar, ada hal yang sudah terbayang dipikirkan mereka bagaimana. mengalami hari-hari nya. Mungkin akan menemukan teman baru, mendengar pelajaran baru, atau lain sebagainya.

Namun tidak bisa juga kita lepaskan ketika melihat para wajah tua yang mendampingi si wajah baru, tentu pikiran mereka tidak lepas untuk membahagiakan si wajah baru, apapun dilakukan mereka untuk itu. Mungkin mereka meninggalkan pekerjaannya, mengeluarkan biaya ( itu pasti ), mereka BERHUTANG. Semua dilakukan untuk membahagiakan si wajah baru. Semua mereka korbankan.


Tetapi yang ada pada pikirkan bayangan si wajah baru dan pengorbanan si wajah tua harus tertunda dulu, kerena Unimal Hebat!! Telah menjadi Unimal Kejutan. Semua tertunda dengan edaran yang tiba-tiba.

Ohh.. Tapi mungkin harus kita wajari para pejabat tinggi pasti aku yakin melihat itu juga, namun pandang mereka ditutupi oleh aturan pemerintah. Sehingga edaran yang tiba-tiba harus di publikasikan.


___________
"Aku tidak pandai menyusun kata, jadi tak perlu di tanggapi juga tak perlu di khawatirkan, kerena memang tidak perlu di tanggapi dan di khawatirkan. Tapi ingat, kata-kata bisa untuk dipikirkan."

(Oleh : Ahmadi Ritonga
Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Dan Politik Unimal)

Tags

Newsletter Signup

Silahkan isi Email anda disini untuk mengikuti berita terbaru dari Warta Pembaruan.

Posting Komentar