News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Mau Dibawa Kemana Kabupaten Solok?

Mau Dibawa Kemana Kabupaten Solok?


Oleh  : Dori Asra Wijaya (Pemuda Kabupaten Solok)

WARTAPEMBARUAN.CO.ID - Mau dibawa kemana kabupaten Solok? Pertanyaannya terdengar sangat sederhana atau terdengar seperti judul lagu armada. Tapi belakangan, melihat kondisi yang ada, baik dinamika politik, ekonomi dan lainnya. Serta apa yang kita saksikan hari ini di ruang paripurna anggota dewan kita. Kita harus bertanya serius. Sekali lagi. Mau Dibawa Kemana Kabupaten Solok?

Lucu saja sepertinya, anggota dewan kita, wakil rakyat yang kita pilih untuk memperjuangkan nasib masyarakat Kabupaten Solok. Lewat argumentasi dan gagasan yang berdasar kepada aspirasi masyarakat malah mempertontonkan hal yang tak semestinya.

Hari ini, dibanyak media sosial kita semua bisa lihat, anggota dewan kita berkelahi dan saling caci maki. Melempar mikrofon, memecahkan asbak dan membalikkan meja. Hebat memang !!

Hahahaha. Anggota Dewan! anda sedang apa?  Kenapa terlihat lucu? Kami tidak memilih badut, anda tahu kenapa anda kami pilih. Anda yang sewaktu kampanye datang menjanjikan semua kebaikan dan perubahan saat anda disana. Dulu waktu kampanye anda sangat serius, tak pernah melucu. Kok sekarang tiba-tiba?

Tahun lalu, masyarakat Solok juga sudah melewati momentum pilkada. Siapapun yang terpilih, semuanya menjanjikan hal yang sama dan serupa. Perubahan kabupaten Solok ke arah yang jauh lebih baik. Secara resmi dan legal, kita punya Bupati dan Wakil Bupati Baru sejak 3 bulan lalu. Meski bisa dikatakan terlalu cepat untuk menilai dan mengomentari pekerjaan Bupati dan Wakil Bupati yang baru, tapi juga sudah layak sebenarnya. Minimal untuk evaluasi kerja 3 bulan.

3 catatan penting dan utama yang harus diselesaikan tahun ini. Realisasi anggaran tahun 2021 yang baru diangka (kalau tidak salah) 35%, pencapaian PAD yang hanya lebih kurang 15M dari target 85M dan pengesahan RPJMD yang sepertinya hari ini menjadi akar bentrokan dan lucu-lucuan di DPRD. Padahal sekarang sudah mendekati akhir tahun. Bukan ingin pesimis tapi jika kondisi dan dinamika politiknya berlanjut, sulit sepertinya menyeleseikan 3 hal penting itu dalam waktu 4 bulan tersisa.

Sudah dari tahun kemarin, sejak proses pilkada dimulai sampai hari ini. Sudah hampir 1 tahun, masyarakat Solok hanya dipertontonkan dengan dagelan, konflik politik, dan perebutan kepentingan. Tak ada perubahan apalagi kemajuan yang signifikan. Selain bergantinya kepemimpinan, viral-viralan dan hari ini bentrokan anggota dewan yang jarang terjadi sebelumnya.

Bupati, wakil bupati dan seluruh anggota dewan Kabupaten Solok. Tuan Puan dipilih untuk bekerja demi kebaikan dan perubahan, bukan untuk bentrok dan konflik berkepanjangan. Jadi sekarang, hentikan saja konflik dan dinamikanya. Bagi kuenya sama rata, jangan lupa sisihkan lebih banyak kepentingan untuk masyarakat Kabupaten Solok. Bagaimana Kabupaten Solok kedepannya, tergantung bagaimana Tuan dan Puan hari ini bertindak dan mengambil keputusan.

Tags

Newsletter Signup

Silahkan isi Email anda disini untuk mengikuti berita terbaru dari Warta Pembaruan.

Posting Komentar