News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Ketua NU Jawa Timur Blak-Blakan ke Gus Mahali Caketum PBNU Dari Poros Tengah

Ketua NU Jawa Timur Blak-Blakan ke Gus Mahali Caketum PBNU Dari Poros Tengah

Riau.Wartapembaruan.co.id -
Ketua PWNU Jawa Timur KH. Marzuki Mustamar mengkhawatirkan pelaksanaan Muktamar NU ke-34 di Provinsi Lampung. Menurut Pengasuh Ponpes Sabilurrosyad Kota Malang ini, sudah terasa adanya potensi praktik jual beli suara pemilih (money politics). Kepada Gus Mahali Caketum PBNU Poros Tengah sekaligus dari Generasi NU Milenial Kyai Marzuki mengatakan “Situasi dan kondisi pra Muktamar ini saja sudah mengkhawatirkan. Apalagi, pas Muktamar NU nya nanti. Terasa sekali aroma permainan uang dan penggunaan institusi pemerintah oleh oknum tertentu untuk membantu pemenangan calon Ketum PBNU 2021-2026”, ungkap Kyai Marzuki yang disitir oleh Ahmad Misbachul Ulum selaku Tim Inti Gus Mahali yang ikut serta dalam rombongan silaturrahim dari Sumatera beberapa waktu lalu.

Menurut Ahmad Misbachul, Kyai Marzuki menerima rombongan KH. Abdul Halim Mahally Sholeh, LL.B (Hons), MPIR usai beliau pengajian shubuh. Gus Mahali begitu sapaan akrab Caketum asal Bumi Sumatera ini, didampingi Kyai M. Basir dan Kyai Muhaddzab asal Lamongan, Jawa Timur. KH. Marzuki Mustamar menyambut Gus Mahali dengan hangat. Kyai Marzuki sangat menghormati tamu. Beliau sendiri yang mengambilkan sarapan rombongan Gus Mahali.

Selesai sarapan di ruang tamu, Gus Mahali bertanya kepada Kyai Marzuki mengapa beliau tidak ikut bursa pencalonan Ketua Umum PBNU 2021-2026. Kyai Marzuki menyampaikan bahwa dirinya terlanjur meneken Surat Pernyataan PWNU Jawa Timur untuk mendukung orang lain sebagai calon. “Saya telah diminta menandatangani surat berisi dukungan PWNU Jawa Timur kepada orang lain, sehingga saya menjadi tidak mungkin ikut serta dalam Pencalonan Ketua Umum PBNU 2021-2026”, kata Kyai Marzuki. Beliau tidak menjawab siapa yang memintanya meneken surat tersebut ketika Gus Mahali bertanya lebih jauh, kata Ahmad Misbachul kepada awak media melalui seluler.

Ahmad Misbachul menambahkan bahwa Kyai Marzuki Mustamar dan Gus Mahali terlibat dalam pembicaraan serius, bahkan Gus Mahali diminta mendekat dan ditunjukkan beberapa dokumen bersifat rahasia oleh Kyai Marzuki Mustamar. Sesekali keduanya berbahasa Arab sehingga kami tidak memahami secara sempurna rahasia yang mereka bicarakan, ungkap Ahmad Misbachul. Tidak lama kemudian, Kyai Marzuki mengajak Gus Mahali masuk ke kamar pribadinya. Hampir 15 menit mereka berada di dalam kamar, sepertinya sedang membahas sejumlah hal sangat rahasia lagi. Lalu mereka keluar dan kembali ke teras dalam keadaan tersenyum. Sepertinya ada kesepakatan yang bagus demi kemaslahatan NU ke depann, kata Ahmad Misbachul.

Di tempat terpisah, Gus Mahali menyampaikan kepada awak media tentang hasil pertemuannya dengan KH. Marzuki Mustamar. Menurut Gus Mahali, sosok Kyai Marzuki adalah Kyai NU yang luar biasa, handal Kitab Hadis dan menguasai seluk beluk organisasi bernama Nahdlatul Ulama ini. “Saya selalu mengikuti pengajian Kyai Marzuki. Beliau adalah figur alim, menguasai Kitab Kuning dengan sempurna, handal dalam membela NU dari kebencian pihak manapun, dan memiliki ketegasan dalam bersikap serta bersemangat tinggi dalam mengemban misi dakwah NU ke berbagai daerah”, puji Gus Mahali. Gus Mahali menambahkan bahwa KH. Marzuki Mustamar adalah salah satu Ulama NU Jawa Timur yang memiliki sanad ilmu hadis bersambung langsung ke Syekh Mahfudz Attarmasi Pacitan melalui kakeknya. Sejak kecil, kata Gus Mahali menceritakan, Kyai Marzuki sudah mempelajari bahkan menghafal Kitab-Kitab Hadis.

Menurut Gus Mahali, jam terbang dakwah Kyai Marzuki terhitung tinggi selain istiqomah pengajian kitab di pesantren dan sekelilingnya. Semangat juangnya yang tinggi membuat Kyai Said Agil Siroj beberapa waktu lalu pernah menegaskan bahwa Kyai Marzuki Mustamar sangat layak menggantikan dirinya yang sudah 2 periode menjabat Ketua Umum PBNU. Namun, entah kenapa, Kyai Marzuki tiba-tiba dikabarkan meneken surat pernyataan selaku Ketua Tanfidziyyah PWNU Jawa Timur berisi dukungan kepada orang lain untuk maju sebagai Caketum PBNU. Ternyata, ganjalan yang di hati Gus Mahali terjawab saat bersilaturrahim langsung ke kediaman KH. Marzuki Mustamar di Kota Malang. Setelah hampir 2 jam membincangkan banyak hal strategis terkait NU, Muktamar NU ke-34 dan NKRI Gus Mahali beserta rombongan pamit. KH. Marzuki Mustamar telah memberikan restunya kepada Gus Mahali untuk melanjutkan langkah yang keduanya telah bahas selama pertemuan tersebut***

Tags

Newsletter Signup

Silahkan isi Email anda disini untuk mengikuti berita terbaru dari Warta Pembaruan.