News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Forum Air Dunia ke-9 di Senegal Hasilkan Lima Rencana Aksi Utama

Forum Air Dunia ke-9 di Senegal Hasilkan Lima Rencana Aksi Utama


Jakarta, www.wartapembaruan.co.id – Kegiatan Forum Air Dunia atau World Water Forum (WWF) ke-9 di Dakar, Senegal, pada 21-26 Maret 2022 dengan tema “Water Security for Peace and Development”, menghasilkan “Lima Rencana Aksi Utama” yang disetujui oleh menteri-menteri dari 60 negara peserta.

Kesepakatan lima rencana aksi utama itu dihasilkan dari pertemuan tingkat menteri (ministerial meeting) yang dipimpin oleh Menteri Air dan Sanitasi Senegal Serigne Mbaye Thiam dan Presiden World Water Council (WWC) Loic Fauchon, dan dihadiri wakil dari Indonesia, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Lima rencana aksi utama itu adalah 1. Menjamin hak atas air dan sanitasi untuk semua; dan 2. Memastikan keamanan dan ketahanan sumberdaya air; 3. Memperkuat kerja sama antar-semua pihak; 4. Memastikan pendanaan yang sepadan dengan tantangan, dan 5. Memastikan tata kelola air yang inklusif.


Semua negara peserta berkomitmen untuk mengimplementasikan rencana aksi tersebut di negara masing-masing dan memastikan tindak lanjutnya, mempromosikan rencana aksi di jaringan masing-masing, dan membagikan hasil utamanya pada Konferensi Air PBB (UN Water Conference) di New York pada Maret 2023 mendatang.


Menteri PUPR Basuki Hadimuljono berharap melalui forum WWF di Senegal dapat meningkatkan kerja sama dan mengembangkan tindakan di sektor kesehatan dan pendidikan, mengurangi ketimpangan dan kemiskinan, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta mengatasi perubahan iklim dan melestarikan lingkungan.

"Saya sangat berharap pertemuan ini akan menghasilkan ide-ide baru, mengidentifikasi dan menguraikan inisiatif baru yang diperlukan, dan mendorong tindakan kolaboratif untuk kerja sama yang lebih baik dan lebih banyak untuk menyelesaikan masalah air dalam skala global, nasional, dan lokal," katanya.

Pada bagian lain Menteri Basuki menyatakan bahwa ir tidak bisa tergantikan, karena air adalah sumber kehidupan dan kunci untuk pembangunan berkelanjutan. Pengelolaan air yang baik akan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) untuk mengurangi tingkat kemiskinan dan kekurangan sumberdaya, termasuk air.

Menteri PUPR mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan yang sangat besar dengan jumlah penduduk sekitar 271 juta jiwa dan potensi air permukaan sekitar 2,78 triliun m3. Namun potensi tersebut tidak merata dalam skala tempat dan waktu. 

"Untuk menjamin ketahanan air dan pangan, pada periode 2015-2024, Pemerintah Indonesia berkomitmen membangun 61 bendungan untuk mencapai ketahanan inklusif pada perhubungan air, pangan, dan energi. Sampai saat ini sebanyak 29 bendungan sudah selesai dibangun," katanya.

Dikemukakan bahwa penyelesaian 61 bendungan akan meningkatkan air untuk sistem irigasi dari 11 persen menjadi 20 persen. Dengan pasokan air yang terus menerus dari bendungan, intensitas tanam dapat ditingkatkan dari dua kali setahun menjadi tiga kali per tahun.

Sementara pada pembangunan area irigasi, Indonesia telah menyelesaikan seluas satu juta hektare dan rehabilitasi tiga juta hektare pada periode 2015–2019. Pada 2020-2024, Pemerintah Indonesia, kata Menteri PUPR, berkomitmen untuk terus membangun 500 ribu hektare area irigasi dan merehabilitasi dua juta hektare jaringan irigasi, seperti food estate di Sumatera Utara, NTT dan Kalimantan Tengah.

Pemerintah Indonesia juga memperkuat tanggung jawab terhadap air minum dan sanitasi, di mana pada periode 2020-2024 ditargetkan 100 persen akses air minum aman dan 90 persen akses sanitasi layak.

"Saat ini, persentase rumah tangga yang memiliki akses air minum yang aman adalah 92 persen dan akses ke limbah domestik adalah 78 persen. Dengan mencapai target ini, Indonesia akan mengurangi stunting dan tingkat kemiskinan secara nasional," kata Menteri Basuki.

Pada Acara Forum Air Dunia di Senegal itu, Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah World Water Forum (WWF) ke-10 tahun 2024 mendatang. Dalam pemilihan tuan rumah, Indonesia memperoleh 30 suara dari total 36 suara Dewan Gubernur (Board of Governors) World Water Council. (ys_soel)

Tags

Newsletter Signup

Silahkan isi Email anda disini untuk mengikuti berita terbaru dari Warta Pembaruan.