Iklan

Mahal dan Langkanya Minyak Goreng, Ketua KNPI Riau: "Bukti Negara Lemah Atas Spekulasi Para Mafia"

warta pembaruan
21 Maret 2022 | 10:49 AM WIB Last Updated 2022-03-21T03:49:46Z


PEKANBARU, Wartapembaruan.co.id -- Dimintai Komentarnya terkait kasus Mahal dan Langkanya Minyak Goreng (Migor) diseluruh Tanah Air, Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) hanya katakan, bahwa Negara Lemah atas segala bentuk Spekulasi para Mafia.

Ketua KNPI Riau Larshen Yunus pastikan, bahwa kondisi tersebut akibat ulah dari Ketidakjujuran bercampur Sandiwara yang dilakukan para Pejabat di Negeri ini, sehingga sebagai buah atas prilaku tersebut, Hukum Karma terjawab melalui Praktek Haram para Mafia.

Bertempat di salah satu bilangan di Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru, hari ini Minggu (20/3/2022) Ketua Larshen Yunus paparkan tentang Alur dan Mekanisme Minyak Goreng, mulai dari Hulu hingga ke Hilir.

Bagi Ketua KNPI Riau itu, sebagai Produsen dan Penghasil terbesar Minyak Kelapa Sawit,  Republik Indonesia dan Provinsi Riau ini sulit dipercaya, bahwa masih bisa-bisanya berkutat dengan persoalan remeh remeh seperti itu, Negeri yang Kaya akan Sumber Daya Alamnya, diatas minyak dibawah minyak, tetapi tetap saja Minyak Goreng, BBM ataupun Bio Solar menjadi Rutinitas Langka dan Mahal secara Penjualan.

Mahal dan Langkanya Minyak Goreng, Ketua KNPI Riau: "Bukti Negara Lemah Atas Spekulasi Para Mafia"

Bagi Alumni Sekolah Vokasi Mediator Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta itu, bahwa kondisi yang terjadi saat ini tak lebih seperti Guyonan, Lucu-Lucuan, Panggung Sandiwara atas ulah para Pejabat bermental Badut Jalanan.

"Apakah ini buah atas Murkanya Allah, Tuhan Yang Maha Esa? Kenapa penyakit negeri ini bolak balik seperti itu saja? Negara lain sudah bicara tentang Planet dan Masa Depan, sementara di Indonesia Pejabatnya tak henti-henti Menyengsarakan Rakyat dengan berbagai Spekulasi dan Argumentasi yang mengada-ngada. Terlebih ada pula statemen Menteri yang katakan bahwa kondisi ini akibat infansi Perang Rusia-Ukraina, dll. Lalu apa bedanya Mafia dengan Pejabat? Kenapa Pola Bicaranya mirip? tanya Larshen Yunus.

Ketua KNPI Provinsi Termuda se-Indonesia itu tegaskan, bahwa pihaknya sangat menyesali kondisi saat ini. Begitu banyak Pejabat Besar, Anggaran Fantastis, giliran seperti ini semuanya buang badan, pake gaya-gayaan untuk Cek dan Operasi Pasar.

Hingga berita ini dimuat, Ketua Larshen Yunus pastikan, bahwa pihaknya segera menyurati bapak Presiden Joko Widodo, Ketua DPR-RI, Ketua MPR-RI sekaligus Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Washington DC.

"Lagi-lagi kami pastikan, bahwa KNPI saat ini sudah kembali ke Khittahnya. Persoalan ini harus menjadi konsensus bersama. Rakyat sudah banyak terlanjur menderita akibat Pandemi Covid-19, jangan lagi dibuat Lelucon seperti ini. Ibarat tidur dikamar yang ber-AC, yang seharusnya dingin, namun kenyataannya justru kepanasan. Sudah tau seperti ini, kok masih berani-beraninya para kelompok Muka Tembok Kampanyekan Jokowi Presiden 3 Periode, apakah nggak salah? Oiii Ayo Revolusi Mental!" ajak Ketua KNPI Riau Larshen Yunus, seraya mengakhiri pernyataan persnya. (*)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Mahal dan Langkanya Minyak Goreng, Ketua KNPI Riau: "Bukti Negara Lemah Atas Spekulasi Para Mafia"

Trending Now

Iklan