News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Iqbal Musa, S.Hum Terpilih Menjadi Ketua Karang Taruna Nagari Tanjung Bonai Aur Selatan Periode 2022-2025

Iqbal Musa, S.Hum Terpilih Menjadi Ketua Karang Taruna Nagari Tanjung Bonai Aur Selatan Periode 2022-2025


SIJUNJUNG, WARTAPEMBARUAN.CO.ID - Pemilihan calon ketua karang taruna Tanjung Bonai Aur Selatan berjalan dengan mulus. Pada pemilihan tersebut, Iqbal Musa, S.Hum terpilih secara musyawarah dan mufakat sebagai Ketua Karang Taruna Tunas Muda Monumen periode 2022-2025 yang diselenggarakan di Kantor Wali Nagari Tanjung Bonai Aur Selatan, Minggu (10/04/2022).

Sebagai tokoh muda, Iqbal Musa S.Hum atau yang akrab disapa dengan Iqbal ini tidak diragukan lagi kiprahnya dalam dunia organisasi. Sewaktu kuliah, beliau pernah menjabat sebagai Presiden Mahasiswa NMF (Negara Mahasiswa Fakultas) FIB Unand tahun 2013-2014 dan pernah berprestasi dalam pemuda pelopor Sumbar bidang pendidikan tahun 2018.

Iqbal menuturkan target prioritas nantinya bagaimana pemuda/i Nagari TBA Selatan bisa mandiri dan berdaya. "Apalagi saat ini, kita sudah memasuki tahap awal dari bonus demografi," ungkapnya.

Lanjut, Iqbal menjelaskan, menurut data dari BPS tahun 2022, 49% masyarakat Sijunjung berada di usia produktif atau pemuda, dan menghitung laju penduduk pada tahun 2030, angka ini akan bertambah menjadi 70%.

"Bukankah itu yg dikatakan "Bonus Demografi"? Penduduk usia muda (produktif) lebih banyak daripada jumlah penduduk non produktif. Bila kita tidak mempersiapkan dari hari ini, tahun 2030 nanti adalah bencana demografi, karena terjadi banyaknya pengangguran," ujarnya.

Berdasarkan data diatas tersebut, salah satu prioritasnya menyiapkan pondasi pemuda di nagari TBAS dalam Menyongsong bonus demografi.

"Makanya salah satu prioritas kita adalah menyiapkan pondasi menyongsong puncak bonus demografi di 2030 nanti, yaitu pemuda yang mandiri dan berdaya," tuturnya.

Ketika ditanya tentang harapannya terhadap pemerintahan nagari, ia berharap untuk pemerintah nagari tentu saja membangun sinergi dengan pemuda untuk pembangunan nagari ke depannya. "Prinsipnya adalah kalau benar, katakan benar. Kalau salah katakan salah, meskipun pada bangsa dan golonganku sendiri," ujarnya.

"Satu hal yang harus kita ingat, Indonesia tidak dibentuk dengan emosi, tetapi dari gagasan suci para penghulu negeri," pungkasnya. (Agha/Zaki)

Tags

Newsletter Signup

Silahkan isi Email anda disini untuk mengikuti berita terbaru dari Warta Pembaruan.