BREAKING NEWS

Ar Rasyid Bakhtiar Sibarani dan Tim Raih Medali Perunggu di IPITEX 2026 Thailand


Medan, wartapembaruan.co.id
– Prestasi membanggakan ditorehkan siswa SMP Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA) Medan di ajang internasional. Dalam Bangkok International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition (IPITEX) 2026, para siswa berhasil membawa pulang total dua medali perak dan dua medali perunggu dari Thailand.

IPITEX 2026 digelar di Bangkok International Trade & Exhibition Centre (BITEC), Thailand, pada 5–9 Januari 2026.

Salah satu peraih medali perunggu adalah Ar Rasyid Bakhtiar Sibarani, siswa SMP YPSA Medan. Ia bersama timnya sukses meraih perunggu lewat inovasi Eleaftricity, produk pewarna alami dari tanaman endemik Sumatera Utara yang dikembangkan sebagai fotosensitizer ramah lingkungan untuk Sel Surya Sensitif Pewarna (DSSC).

Ar Rasyid, putra Bakhtiar Ahmad Sibarani—Bupati Tapanuli Tengah periode 2017–2022—tampil bersama 26 siswa SMP YPSA Medan dalam ajang inovasi bergengsi tersebut.

Kepala SMP YPSA Medan, Linda Haryati, mengatakan IPITEX merupakan salah satu pameran inovasi dan penemuan terbesar di Asia yang mempertemukan pelajar, akademisi, dan peneliti dari berbagai negara.

“Keikutsertaan siswa-siswi YPSA di IPITEX 2026 menjadi bukti komitmen sekolah dalam menumbuhkan budaya riset, kreativitas, dan inovasi sejak dini,” ujar Linda kepada wartawan."Kamis, (15/01/2026).

Linda merinci, medali perak pertama diraih tim dengan produk Friendcil, pensil warna ramah lingkungan berbahan biokomposit bagas tebu dan eceng gondok, diperkaya fitopigmen alami serta ekstrak aromatik khas Sumatera Utara.

Pensil ini diklaim biodegradable, tidak beracun, serta memiliki nilai edukatif dan sensorik, sehingga menjadi alternatif pensil warna konvensional.

Medali perak kedua diraih melalui inovasi SoulMeat, produk daging analog berbahan dasar tumbuhan yang berpotensi menjadi alternatif pangan bergizi tinggi untuk membantu pencegahan anemia.

Inovasi ini memanfaatkan biji labu kuning yang kaya protein dan asam lemak esensial, serta daun kelor yang mengandung zat besi dan vitamin penting bagi pembentukan hemoglobin.

Sementara itu, medali perunggu selain diraih tim Eleaftricity juga diperoleh tim dengan produk Spraydom. Inovasi ini menyoroti kebutuhan intervensi non-farmakologis sebagai alternatif pengobatan konvensional yang berisiko menimbulkan ketergantungan dan efek samping.

“Prestasi ini tidak hanya mengharumkan nama YPSA, tetapi juga membawa Sumatera Utara dikenal di kancah internasional,” tegas Linda.

Hal senada disampaikan Kepala Departemen Pendidikan dan IT YPSA, Bagoes Maulana, M.Kom. Menurutnya, YPSA terus menjadikan riset sebagai keunggulan utama dalam proses pembelajaran.

“Ini bagian dari ikhtiar kami untuk menjadikan SMP YPSA sebagai sekolah unggulan di Kota Medan dan Sumatera Utara, sekaligus menjadi pilihan terbaik bagi siswa dan orang tua,” pungkasnya.(M.T)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image