Dukung Pemulihan Pascabanjir, GMIS Salurkan Bantuan 230 Unit Kompor Gas di Aceh Tamiang
Aceh Tamiang, wartapembaruan.co.id — Kepedulian lintas daerah kembali ditunjukkan Gerakan Madrasah Ibtidaiyah Swasta (GMIS) Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Melalui program GMIS Peduli, organisasi ini menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa 230 unit kompor gas lengkap dengan selang dan regulator kepada keluarga terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Minggu (18/1/2026).
Bantuan tersebut difokuskan pada pemulihan kemandirian rumah tangga warga yang kehilangan peralatan memasak akibat terjangan banjir beberapa waktu lalu. Ratusan keluarga penerima manfaat sebelumnya kesulitan memenuhi kebutuhan pangan harian karena kompor dan perlengkapan dapur mereka rusak atau hanyut terbawa arus.
Ketua GMIS, Imam Muklis, mengatakan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian nyata para guru dan siswa Madrasah Ibtidaiyah Swasta di Magetan terhadap saudara-saudara mereka yang terdampak bencana.
“Kami berharap bantuan kompor gas ini dapat membantu warga Aceh Tamiang kembali beraktivitas normal, khususnya memasak di rumah masing-masing. Ini langkah kecil, tetapi kami ingin proses pemulihan ekonomi keluarga dapat berjalan lebih cepat,” ujar Imam Muklis.
Proses pendistribusian bantuan dilakukan dengan melibatkan tokoh masyarakat serta perangkat desa setempat agar penyaluran tepat sasaran. Suasana haru tampak menyelimuti lokasi penyerahan bantuan, terutama dari para ibu rumah tangga yang menjadi penerima manfaat langsung.
Salah seorang warga, Syamsidar, mengaku sangat terbantu dengan bantuan tersebut.
“Sejak banjir, kami tidak bisa memasak karena kompor rusak tertimbun lumpur. Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami. Terima kasih kepada GMIS atas kepeduliannya,” ucapnya.
Kepala Desa (Datok) Babo, Kecamatan Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang, Khairi Ramadhan, turut menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan GMIS. Ia mengaku terharu atas kepedulian para guru dan siswa Madrasah Ibtidaiyah Swasta dari Magetan yang rela datang jauh-jauh ke Aceh untuk membantu warganya.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas bantuan ini. Yang dibantu adalah kebutuhan paling mendasar warga kami, yaitu kompor dan perlengkapannya untuk memasak sehari-hari. Meskipun jarak Jawa Timur dan Aceh sangat jauh, ikatan kemanusiaan dan kebangsaan terasa begitu dekat,” kata Khairi Ramadhan.
Ia juga berharap kebaikan para donatur dibalas dengan limpahan rezeki dan keberkahan. Penyerahan bantuan tersebut turut disaksikan oleh Sekretaris Desa Ibn Syahdan serta perangkat desa lainnya.
Aksi sosial ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang GMIS untuk terus hadir membantu masyarakat di berbagai daerah yang tertimpa musibah. Dengan dukungan seluruh Madrasah Ibtidaiyah Swasta di Kabupaten Magetan, GMIS berupaya memperkuat solidaritas dan menebar manfaat bagi sesama di seluruh Indonesia.
Melalui bantuan ini, diharapkan 230 keluarga terdampak banjir di Aceh Tamiang dapat segera bangkit dan menata kembali kehidupan mereka pascabencana.(M.T)
