Fadli Zon Tegaskan Kebudayaan Fondasi Persatuan Bangsa dalam Refleksi 2025 dan Kebijakan 2026
Jakarta, Wartapembaruan.co.id — Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Dr. H. Fadli Zon, menegaskan bahwa kebudayaan merupakan fondasi utama persatuan bangsa sekaligus kekuatan strategis Indonesia untuk bertahan dan bersaing di tingkat global. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Refleksi Kinerja 2025 dan Arah Kebijakan Kementerian Kebudayaan Tahun 2026 di Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Menurut Fadli Zon, kebudayaan tidak hanya berperan sebagai warisan nilai dan identitas bangsa, tetapi juga menjadi landasan penting dalam perumusan kebijakan pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Kebudayaan adalah pemersatu bangsa. Ia menjadi binding power atau perekat keindonesiaan yang memperkuat identitas nasional di tengah keberagaman,” ujar Fadli Zon.
Ia menjelaskan, secara strategis Kementerian Kebudayaan menempatkan kebudayaan sebagai kunci pembangunan berkelanjutan. Nilai-nilai budaya menjadi dasar dalam merancang program pembangunan nasional agar tidak tercerabut dari jati diri bangsa.
Lebih lanjut, Fadli Zon menyoroti peran kebudayaan sebagai kekuatan ekonomi nasional. Sektor kebudayaan dinilai memiliki potensi besar dalam menggerakkan perekonomian, khususnya melalui pengembangan industri kreatif berbasis kearifan lokal.
Kita ingin meningkatkan kontribusi sektor kebudayaan terhadap perekonomian nasional. Keberagaman budaya Indonesia adalah keunggulan kompetitif yang tidak dimiliki banyak negara,” katanya.
Selain ekonomi, kebudayaan juga diposisikan sebagai kekuatan diplomasi. Fadli Zon menyebut identitas budaya dan daya tarik global Indonesia harus terus dikembangkan untuk memperkuat eksistensi Indonesia di mata dunia.
Budaya adalah soft power diplomasi. Melalui penguatan identitas budaya, Indonesia dapat tampil sebagai bangsa yang berpengaruh dan dihormati di tingkat global,” ujarnya.
Ia menambahkan, kebudayaan juga berperan penting dalam pembentukan jati diri bangsa melalui internalisasi nilai-nilai budaya di berbagai lapisan masyarakat. Keberagaman budaya justru menjadi komponen kunci dalam membangun karakter bangsa yang inklusif dan berdaya saing.
Dengan arah kebijakan 2026 tersebut, Fadli Zon berharap kebudayaan tidak hanya dipandang sebagai simbol, tetapi benar-benar menjadi kekuatan nyata dalam pembangunan nasional, ekonomi, dan diplomasi Indonesia ke depan.

